Ilustrasi--Pengunjung mengamati alat kesehatan yang dipamerkan di Hospital Expo di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Zabur Karuru)
Ilustrasi--Pengunjung mengamati alat kesehatan yang dipamerkan di Hospital Expo di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Zabur Karuru)

Pemerintah Tarik Alat Kesehatan Bermerkuri

Nasional fasilitas kesehatan kesehatan
Theofilus Ifan Sucipto • 31 Juli 2019 10:17
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera menarik alat-alat kesehatan bermerkuri di seluruh fasilitas pelayanan medis. Merkuri dinilai tak lagi relevan di dunia pengobatan.
 
"Kami menargetkan 100 persen fasilitas pelayanan kesehatan tidak lagi menggunakannya pada akhir 2020," kata Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Kirana Pritasari di Jakarta, Selasa, 30 Juli 2019.
 
Kirana mengatakan penggunaan merkuri telah menjadi isu internasional. Merkuri, kata dia, berdampak buruk bagi kesehatan seperti kerusakan sistem saraf pusat, ginjal, paru-paru, gangguan kehamilan atau janin, hingga kebutaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, penggunaan merkuri telah diatur dalam Undang-undang Nomor 11 tahun 2017 tentang Pengesahan Konvensi Minamata mengenai Merkuri. UU tersebut mengatur tata kelola merkuri yang harus dilakukan oleh negara yang mengikuti Konvensi Minamata untuk melindungi kesehatan dan lingkungan.
 
Baca juga:Masyarakat Diminta Aktif Screening Hepatitis
 
"Indonesia telah mengimplementasikan UU tersebut dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 21 tahun 2019 tentang Pengurangan dan Penghapusan Merkuri. Perpres ini baru dikeluarkan April 2019," kata dia.
 
Kirana membeberkan perpres itu mengatur penghapusan merkuri di pertambangan emas skala kecil dan kesehatan. Di pertambangan emas skala kecil, Kemenkes berperan sebagai sektor pendukung untuk mengampanyekan setop merkuri.
 
Sedangkan untuk bidang kesehatan, Kemenkes berperan sebagai sektor utama dalam penghapusan merkuri. Mereka berharap target alat kesehatan bebas merkuri bisa berjalan maksimal.
 
Sebagai langkah awal, Kemenkes menyosialisasikan Perpres tersebut. Selain itu, pemangku kepentingan diajak bersinergi dalam pelaksanaan penghapusan dan penarikan alat kesehatan bermerkuri di fasilitas pelayanan kesehatan.
 
"Kami komitmen dalam percepatan penghapusan alat kesehatan bermerkuri di fasilitas pelayanan kesehatan," pungkas dia.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif