Metode pembelajaran STEAM sangat cocok untuk membesarkan anak di tengah perkembangan era digital (Foto:Getty Images)
Metode pembelajaran STEAM sangat cocok untuk membesarkan anak di tengah perkembangan era digital (Foto:Getty Images)

STEAM, Metode Belajar Inovatif untuk Mendorong Anak Berpikir Kritis

Nasional sampoerna
Kesturi Haryunani • 17 April 2016 15:55
medcom.id, Jakarta: Sampoerna Academy kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan akses pendidikan berstandar internasional, guna mencetak generasi penerus bangsa berkaliber tinggi di Indonesia. Kali ini, Sampoerna Academy menghadirkan pendidikan berkualitas dengan berfokus pada Science, Technology, Engineering, Arts dan Math (STEAM).
 
STEAM juga dikenal sebagai metode pembelajaran terapan yang menggunakan pendekatan antarilmu. Sistem pendidikan ini banyak digunakan di Amerika Serikat. Aplikasi STEAM biasanya dibarengi dengan pembelajaran aktif dan berbasis masalah.
 
Sampoerna Academy menerapkan STEAM dengan desain khusus ruang kelas untuk menghasilkan suasana belajar-mengajar yang interaktif dan menyenangkan. Kursi dan meja tidak disusun secara berderet dan kaku, melainkan dapat dipindahkan secara fleksibel sesuai kebutuhan belajar siswa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fleksibilitas juga tercermin dari peletakan papan tulis yang tidak terpaku pada satu sisi ruangan. Sehingga, guru dan murid dapat leluasa menuangkan idenya di papan tulis yang tersebar di berbagai sudut ruangan. Selain itu, dinding ruang kelas didesain menarik dengan aneka ragam warna yang disesuaikan dengan usia anak didik untuk memaksimalkan daya kreativitas anak.
 
Metode pembelajaran STEAM ini sangat cocok untuk membesarkan anak di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat saat ini.
 
Kemudahan mendapatkan informasi dari segala sumber serta kecanggihan teknologi yang kian lama membuat masyarakat modern menjadi ketergantungan, jelas bukan perkara mudah. Orangtua mau tak mau harus peka terhadap perubahan zaman dan mengikuti perkembangan teknologi agar dapat membimbing anak untuk menggunakan teknologi secara bijak dan tepat.
 
Dalam mendidik, seharusnya orangtua bisa mendorong anak untuk mengeksplorasi, menciptakan, dan mencari cara baru dalam memecahkan masalah, guna membentuk problem solving skill sejak dini. Seperti STEAM, yang mengasah keterampilan berkomunikasi dan daya pikir kritis anak.
 
STEAM sangat penting, karena kehadirannya tidak bisa terlepas dari kehidupan kita sehari-hari. Siswa yang melek STEAM, akan menjadi seorang inovator dan pemikir kritis.
 
Namun, pembelajaran STEAM tidak bisa hanya diserahkan kepada pihak sekolah. Butuh dukungan dan bantuan dari pihak orang tua untuk berpartisipasi merangsang tumbuhnya minat anak belajar STEAM.
 
Orang tua bisa mengenalkan pembelajaran berbasis STEAM dengan aktivitas sehari-hari. Misalnya, saat menyeduh susu atau memasak sayur sup, anak bisa dikenalkan dengan konsep panas dan dingin.
 
Peran orang tua dalam mengenalkan anak dengan teknologi juga penting. Tapi, sudah benarkah cara yang dilakukan?
 
Sebagai orang tua, Anda juga harus membekali diri dengan pengetahuan yang mumpuni. Berbagai cara dapat dilakukan, salah satunya dengan mengikuti talk show maupun diskusi.
 
Sampoerna Academy akan menggelar event bertajuk `The New Age of Motherhood: Raising Your Child with Technology` pada Sabtu (23/4/2016) di Restoran The Hook, Jalan Cikatomas II, Senopati, Jakarta. Di sini, para orang tua bisa memperoleh pengetahuan cara memperkenalkan teknologi pada anak dari narasumber kompeten.
 
Daftarkan diri anda segera dengan dan mari kita belajar sama-sama tentang dunia anak, gadget dan teknologi serta hubungannya dengan masa depan mereka.
 
Untuk pendaftaran silakan klik di sini.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif