Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Pelarangan Paskah di Yerusalem Langgar HAM

Nasional hari raya paskah peringatan paskah
M Sholahadhin Azhar • 01 April 2018 15:47
Jakarta: Israel melarang komunitas Kristen di Gaza menuju Yerusalem untuk merayakan Paskah. Hal ini jelas melanggar hak asasi manusia (HAM) untuk beribadah.
 
"Ibadah, agama, iman adalah HAM. Jadi siapapun yang melarang orang menjalankan hak asasinya, di situ pasti secara moral dia (Israel) salah," kata Uskup Agung Ignatius Suharyo di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Minggu, 1 April 2018.
 
Menurut dia, sikap Israel tak dapat dibenarkan dan terkesan mengulur konflik. Sudah 3.000 tahun permasalahan di sana tak kunjung usai, hingga kini konflik masih terus dipelihara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masalah, kata dia, semakin berlarut, ketika Presiden Amerika Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Seharusnya, pihak-pihak yang bertikai duduk bersama membicarakan hubungan antara Israel-Palestina.
 
"Biarlah mereka yang berselisih itu bebicara duduk bersama difasilitasi oleh negara-negara yang memang maunya damai bukan yang maunya jual senjata," kata Suharyo.
 
Baca: Netanyahu Puji Pasukannya yang Menjaga Perbatasan Gaza-Israel
 
Dikutip dari laman Aljazeera, pemerintah Israel tak memberikan izin melintas bagi warga Kristen Palestina untuk mengikuti peribadatan Paskah di Gaza. Wilayah Gaza tengah berada dalam blokade Israel. Akses menuju ke lokasi itu baik keluar ataupun masuk, sangat dibatasi militer Israel.
 
Otoritas Gereja Gaza Patriarkat Latin menyebut sudah mengajukan izin bagi 600 jemaat Palestina untuk bepergian. Namun hingga hari Paskah, permohonan tak mendapat tanggapan dari Israel.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif