Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Lonjakan Kasus Covid-19 Libur Maulid Nabi Dievaluasi

Nasional Virus Korona libur panjang pandemi covid-19
Cindy • 15 November 2020 10:02
Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 masih memantau total angka penularan covid-19 selama libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H. Hasil pantauan tersebut bakal dievaluasi untuk penerapan aturan pada libur panjang Natal dan Tahun Baru.
 
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengatakan pantauan angka penularan covid-19 dapat terlihat 14 hari usai libur panjang. Bila kasus tidak setinggi periode libur panjang pada September lalu, masyarakat dapat tetap menikmati libur Natal dan Tahun Baru.
 
"Kita akan memberikan saran kepada Pak Presiden untuk tetap memberikan libur kepada masyarakat dengan catatan tetap patuh kepada protokol kesehatan," ucap Doni lewat konferensi pers secara daring, Sabtu, 14 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Doni menyakini libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW tidak menimbulkan penambahan kasus covid-19 signifikan. Hal ini karena pemerintah masif menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan.
 
"Termasuk liburan aman, nyaman di rumah saja, dan liburan aman tanpa kerumunan ini ternyata cukup baik sekali," ucap dia.
 
Baca: Pakar: Vaksin Penting Tingkatkan Imunitas Tubuh
 
Koordinator Tim Pakar dan juru bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengakui pemeriksaan spesimen selama libur panjang Muhammad SAW menurun. Sehingga menyebabkan terjadinya keterlambatan laporan kasus harian.
 
"Akhirnya masuk dalam pencatatan sehingga terjadi lonjakan kasus yang cukup signifikan pada dua hari terakhir ini," ucap Wiku.
 
Meski terjadi lonjakan kasus, kata dia, hal ini belum bisa menjadi patokan aturan libur panjang Natal dan Tahun Baru. Pihaknya akan terus mengamati angka kasus harian selama beberapa hari ke depan.
 
"Nanti akan terlihat dari data-data selanjutnya, tetapi kita harus tetap waspada dengan segala aktivitas yang ada. Tetap disiplin protokol kesehatan agar seluruh kasusnya terkendali dan tidak terjadi lonjakan yang ekstrem," kata Wiku.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif