Dengan aplikasi iPusnas, pemustaka bisa membaca buku tanpa perlu berkunjung ke perpustakaan (Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakriskti)
Dengan aplikasi iPusnas, pemustaka bisa membaca buku tanpa perlu berkunjung ke perpustakaan (Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakriskti)

Bangun Kegemaran Membaca, Perpusnas Rilis iPusnas

Nasional perpustakaan nasional
Pelangi Karismakristi • 11 Oktober 2016 11:28
medcom.id, Jakarta: Kegemaran membaca masyarakat Indonesia masih rendah. Hal ini tampak pada hasil survei yang dilakukan UNESCO tahun 2012. Kegemaran membaca masyarakat tanah air hanya 0,001 persen. Itu artinya, dari seribu orang, hanya ada satu yang gemar membaca.
 
Kondisi tersebut berbeda dengan kegemaran akan gadget dan internet. Pada era modern dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, orang cenderung candu gadget dan internet. Menurut survei We are Social yang dilakukan awal tahun ini memperlihatkan, pemakaian internet di Indonesia cukup tinggi, yakni 88,1 juta dari total 259,1 juta jumlah penduduk. Begitu juga dengan kepemilikan gadget. Tercatat, dari 259,1 juta penduduk terdapat 326,3 juta unit gadget yang dimiliki. Yang juga tak kalah mencengangkan, penggunaan akun media sosial di Indonesia menduduki peringkat dua dunia, yaitu 79 juta penduduk Indonesia memiliki akun media sosial.
 
Menyadari fenomena tersebut, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI memanfaatkan peluang tingginya penggunaan gadget dan internet untuk meningkatkan kegemaran membaca. Perpusnas merilis aplikasi iPusnas. Apakah iPusnas? Ini adalah aplikasi perpustakaan digital berbasis perangkat mobile, atau biasa disebut dengan e-mobile library.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi, Perpustakaan Nasional RI, Dra. Titiek Kismayati, M.Hum. menjelaskan, iPusnas merupakan aplikasi mobile yang memungkinkan para pemustaka untuk mengakses koleksi digital Perpusnas kapan saja dan di mana saja. Aplikasi berbasis Digital Right Management (DRM) ini memungkinkan pemustaka (pengguna perpustakaan) untuk meminjam dan menyimpan buku favorit mereka ke dalam gadget atau komputernya.
 
"iPusnas menjembatani peningkatan kegemaran membaca melalui pemanfaatan teknologi informasi. Jadi, kalau sekarang orang suka pakai gadget, kita sediakan bacaan lewat gadget supaya orang kalau mau baca tidak usah lagi datang ke Perpusnas," ucap Titiek saat diwawancarai Metrotvnews.com, di Perpusnas, Jalan Salemba Raya Nomor 28A, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
 
Bangun Kegemaran Membaca, Perpusnas Rilis iPusnasMengakses iPusnas sangat mudah. Langkah pertama, unduh aplikasi iPusnas melalui Google Play (ponsel android), Appstore (ponsel iPhone), atau desktop. Jika sudah diunduh, pemustaka bisa mengakses beragam koleksi buku digital milik Perpusnas yang totalnya mencapai 20 ribu koleksi.
 
Dengan begitu, pemustaka akan mendapatkan manfaat dan kesempatan seluas-luasnya untuk mengakses koleksi digital Perpusnas tanpa harus datang langsung ke Perpusnas. Manfaat lain dari iPusnas yaitu pemustaka akan lebih fleksibel. Tidak perlu membawa buku dalam bentuk fisik yang biasanya berat dan bisa kapan saja diakses.
 
"Kita juga bisa mengubah pola baca masyarakat yang berbasis pada printed (cetak) ke digital. Orang tidak perlu lagi cari yang printed. Kalau perlu kita kasih ke orang biar mereka tidak berat membawa buku. Dengan begitu, orang jadi lebih fleksibel. Enggak perlu repot lagi datang ke Perpusnas. Apalagi Jakarta itu macet, belum nanti naik kendaraan dan harus persiapan," ujar perempuan berjilbab yang murah senyum ini.
 
Meski telah diluncurkan sejak 16 Agustus 2016, belum banyak pemustaka yang mengetahui keberadaan aplikasi iPusnas. Tak sedikit pengunjung Perpusnas yang belum tahu ada iPusnas. Setelah diarahkan oleh petugas Perpusnas, mereka baru mengunduh aplikasi tersebut.
 
"Wah, baru tahu. Ini kita sudah download, lumayan bisa cari di sini. Kebetulan tadi buku yang kita cari ada di gedung E, jadi pakai ini (iPusnas) saja. Semoga bukunya ada," ujar Rima, mahasiswi dari Bekasi yang berkunjung ke Perpusnas.
 
Menanggapi hal ini, Titiek mengatakan, Perpusnas telah melakukan beberapa upaya untuk mengenalkan iPusnas kepada khalayak. Misalnya, saat Hari Kunjung Perpustakaan, di acara seminar, workshop, melalui brosur, pamflet, dan lainnya.
 
"Ke depan kami akan ada sosialisasikan secara masif dengan melibatkan banyak media massa. Contohnya, advertising di televisi, radio, media sosial, iklan layanan masyarakat, dan melibatkan public figure," kata Titiek.
 
Bangun Kegemaran Membaca, Perpusnas Rilis iPusnas
(Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakriskti)
 
Titiek optimistis kehadiran iPusnas dapat meningkatkan kegemaran membaca masyarakat Indonesia. Sebab, banyak orang yang memiliki gadget dan membutuhkan informasi.
 
"Gadget trennya semakin meningkat dan sudah menjadi life style. Kita ingin iPusnas juga menjadi bagian dari life style. Sehingga orang nanti akan keren kalau mengakses iPusnas melalui gadget, tidak hanya mengakses Facebook saja," ujar Titiek.
 
Demi meningkatkan kualitas pelayanan, Perpusnas masih akan melakukan perbaikan aplikasi agar iPusnas semakin mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Ini sejalan dengan keinginan Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muh Syarif Bando, bahwa Perpusnas bukan hanya sekadar perpustakaan yang berada di kawasan Salemba saja. Namun lebih dari itu, Perpusnas harus bisa memberikan layanan kepada seluruh rakyat.
 
"Kami harap mudah-mudahan akan banyak iPusnas lainnya di daerah sehingga kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing bisa terpenuhi. iPusnas jangkauannya kan nasional. Kalau ada yang tidak bisa dihadirkan di daerah, nanti disediakan iPusnas. Yang penting, kegemaran membaca masyarakat meningkat dan lebih fleksibel dalam mengakses buku," tutur Titiek.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif