Jakarta: Suasana hangat dan penuh rasa syukur menyelimuti sebuah momen sederhana yang digelar bersama keluarga. Bagi Nilam Onasis Sahputri, hari itu bukan sekadar perayaan, melainkan penanda awal dari perjalanan baru setelah dirinya dinobatkan sebagai Putri Indonesia Kebudayaan 2026.
Di balik senyum tenang yang ia tampilkan, tersimpan kebanggaan besar, bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk Kalimantan Utara. Daerah yang ia wakili hingga berhasil mencetak sejarah di panggung nasional. Pada usia 22 tahun, Nilam menjadi wakil pertama dari provinsinya yang meraih gelar tersebut, sekaligus menembus jajaran Top 6 dalam ajang Putri Indonesia.
"Alhamdulillah, hari ini saya bersama keluarga menggelar doa bersama sebagai rasa syukur. Ini menjadi kebanggaan untuk saya dan keluarga," kata Nilam Onasis Sahputri.
Bagi Nilam, gelar ini bukan sekadar mahkota, tapi amanah untuk membawa suara daerahnya ke panggung yang lebih luas.
"Saat ini fokus saya adalah membangun kebudayaan di Kalimantan Utara agar bisa dikenal di tingkat nasional," katanya.
Langkahnya ini memperlihatkan bahwa peran Putri Indonesia tidak lagi sekadar simbol representasi, melainkan juga agen perubahan yang membawa gagasan dan dampak nyata. Nilam mencoba menjembatani antara identitas budaya, pendidikan, serta pemberdayaan generasi muda dalam satu arah yang lebih progresif.
Di balik capaian tersebut, dukungan keluarga menjadi fondasi yang tak terpisahkan. Sang ayah, Sahroni, mengungkapkan rasa bangga sekaligus harapan besar terhadap perjalanan putrinya ke depan.
"Kami sebagai orangtua tentu sangat bangga. Harapannya, Nilam bisa menjadikan ini sebagai tanggung jawab untuk berbuat lebih baik dan berbakti kepada masyarakat serta negara," ujarnya.
Baca Juga :
Pukau Ribuan Pengunjung, Mahasiswa IPB Hadirkan Pesona 22 Daerah di Festival Budaya Nusantara XVII
Hal serupa juga disampaikan ibunda tercinta, Damini Emely, yang melihat Nilam sebagai sosok pekerja keras dengan karakter yang kuat, namun tetap rendah hati.
"Dia anak yang mandiri, fokus, dan punya hati yang lembut. Kami hanya berharap dia tetap rendah hati dan bisa membawa hal-hal positif untuk banyak orang," katanya.
Bagi Nilam, perjalanan ini juga membawa pesan sederhana namun kuat, khususnya bagi generasi muda. Ia percaya bahwa kepercayaan diri dan konsistensi menjadi kunci utama dalam meraih cita-cita.
"Untuk generasi muda, tetap jadi diri sendiri, jangan mudah menyerah, dan terus percaya pada diri sendiri," pesan Nilam.
Kini, langkah Nilam berlanjut pada tanggung jawab yang lebih besar, memperkenalkan budaya Kalimantan Utara dan membuka jalan bagi generasi muda daerah untuk percaya bahwa mereka juga bisa berdiri di panggung nasional.
Jakarta: Suasana hangat dan penuh rasa syukur menyelimuti sebuah momen sederhana yang digelar bersama keluarga. Bagi
Nilam Onasis Sahputri, hari itu bukan sekadar perayaan, melainkan penanda awal dari perjalanan baru setelah dirinya dinobatkan sebagai Putri Indonesia Kebudayaan 2026.
Di balik senyum tenang yang ia tampilkan, tersimpan kebanggaan besar, bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk Kalimantan Utara. Daerah yang ia wakili hingga berhasil mencetak sejarah di panggung nasional. Pada usia 22 tahun, Nilam menjadi
wakil pertama dari provinsinya yang meraih gelar tersebut, sekaligus menembus jajaran Top 6 dalam ajang Putri Indonesia.
"Alhamdulillah, hari ini saya bersama keluarga menggelar doa bersama sebagai rasa syukur. Ini menjadi kebanggaan untuk saya dan keluarga," kata Nilam Onasis Sahputri.
Bagi Nilam, gelar ini bukan sekadar mahkota, tapi amanah untuk membawa suara daerahnya ke panggung yang lebih luas.
"Saat ini fokus saya adalah membangun kebudayaan di Kalimantan Utara agar bisa dikenal di tingkat nasional," katanya.
Langkahnya ini memperlihatkan bahwa peran Putri Indonesia tidak lagi sekadar simbol representasi, melainkan juga agen perubahan yang membawa gagasan dan dampak nyata. Nilam mencoba menjembatani antara identitas budaya, pendidikan, serta pemberdayaan generasi muda dalam satu arah yang lebih progresif.
Di balik capaian tersebut, dukungan keluarga menjadi fondasi yang tak terpisahkan. Sang ayah, Sahroni, mengungkapkan rasa bangga sekaligus harapan besar terhadap perjalanan putrinya ke depan.
"Kami sebagai orangtua tentu sangat bangga. Harapannya, Nilam bisa menjadikan ini sebagai tanggung jawab untuk berbuat lebih baik dan berbakti kepada masyarakat serta negara," ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan ibunda tercinta, Damini Emely, yang melihat Nilam sebagai sosok pekerja keras dengan karakter yang kuat, namun tetap rendah hati.
"Dia anak yang mandiri, fokus, dan punya hati yang lembut. Kami hanya berharap dia tetap rendah hati dan bisa membawa hal-hal positif untuk banyak orang," katanya.
Bagi Nilam, perjalanan ini juga membawa pesan sederhana namun kuat, khususnya bagi generasi muda. Ia percaya bahwa kepercayaan diri dan konsistensi menjadi kunci utama dalam meraih cita-cita.
"Untuk generasi muda, tetap jadi diri sendiri, jangan mudah menyerah, dan terus percaya pada diri sendiri," pesan Nilam.
Kini, langkah Nilam berlanjut pada tanggung jawab yang lebih besar, memperkenalkan budaya Kalimantan Utara dan membuka jalan bagi generasi muda daerah untuk percaya bahwa mereka juga bisa berdiri di panggung nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)