Festival Budaya Nusantara (FBN) XVII. DOK IPB
Festival Budaya Nusantara (FBN) XVII. DOK IPB

Pukau Ribuan Pengunjung, Mahasiswa IPB Hadirkan Pesona 22 Daerah di Festival Budaya Nusantara XVII

Renatha Swasty • 22 Mei 2026 12:40
Ringkasnya gini..
  • Mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media IPB University menggelar Festival Budaya Nusantara (FBN) XVII.
  • Pesona keberagaman dari 22 daerah di Indonesia memukau ribuan pengunjung.
  • Festival ini diharapkan membuat generasi muda semakin sadar akan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya.
Jakarta: Pesona keberagaman dari 22 daerah di Indonesia memukau ribuan pengunjung yang hadir di Festival Budaya Nusantara (FBN) XVII yang diselenggarakan di Lapangan Panahan Gelora Pakansari, Minggu, 10 Mei 2026. Festival tahunan besutan mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media IPB University ini tak cuma ajang hiburan tapi juga implementasi mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya. 
 
Festival Budaya Nusantara menyampaikan pesan keberagaman kepada masyarakat luas melalui berbagai acara. Mulai dari parade budaya, stan rumah adat, penampilan seni tradisional, bazar kuliner, hingga permainan tradisional yang melibatkan partisipasi pengunjung. 
 
Berbagai budaya yang dihadirkan mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Lampung, dan Sumatera Selatan, hingga wilayah Jawa seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Selain itu, budaya dari Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga kawasan Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua. 

Salah satu budaya yang ditampilkan dalam festival ini adalah kebudayaan Jambi melalui konsep Serambi Jambi. Kebudayaan Jambi ditampilkan secara apik melalui parade pakaian adat, pertunjukan drama dan tari tradisional, hingga kuliner khas daerah. 
 
Pukau Ribuan Pengunjung, Mahasiswa IPB Hadirkan Pesona 22 Daerah di Festival Budaya Nusantara XVII
Festival Budaya Nusantara (FBN) XVII. DOK IPB Sajian kuliner yang diperkenalkan antara lain nasi gemuk, kue gandus, dodol nanas, dan sirup nanas sebagai bagian dari identitas kuliner Jambi. Penampilan Tari Lukah Gilo dan Tari Rangguk turut memperkaya pertunjukan dengan nilai kebersamaan, spiritualitas, serta kekuatan tradisi yang masih dijaga hingga kini. 
 
Adapula cerita rakyat yang diangkat dalam pertunjukan drama. Ini untuk memperkenalkan nilai moral dan kearifan lokal masyarakat Jambi kepada pengunjung. 
 
"Festival ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu menyampaikan pesan budaya secara kreatif dan relevan. Kami bangga menjadi bagian dari generasi muda yang peduli dan mencintai identitas bangsanya melalui acara ini," ujar Ketua FBN XVII Kebudayaan Jambi, Stevan Gerald Waruma, dalam keterangan tertulis,  Jumat, 22 Mei 2026. 
 
IPB University berharap kesuksesan FBN XVII membuat generasi muda semakin sadar akan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA