Cerita Hamid yang Ditolong Dawam Rahardjo

Lis Pratiwi 31 Mei 2018 09:39 WIB
tutup usia
Cerita Hamid yang Ditolong Dawam Rahardjo
Komisaris Utama PT Balai Pustaka Hamid Basyaib. Foto: MI/Adam Dwi.
Jakarta: Meninggalnya cendekiawan muslim Dawam Rahardjo mengungkit kenangan Komisaris Utama PT Balai Pustaka, Hamid Basyaib. Hamid mengaku pernah ditolong Dawam saat masih menjadi wartawan pada 1994.
 
Kala itu, Hamid membuat tulisan kontroversional mengenai ambiguitas anak muda di tengah sisi religius dan modernisme. Ia mengulas keberadaan mukena dan sajadah di mobil penyanyi Nike Ardilla yang terlibat kecelakaan saat pulang dari diskotek.
 
Di akhir tulisan, dipanjatkan doa semoga Nike tidur tenteram di sisi-Nya. Tulisan itu pun mendapat protes dari 18 ormas Islam karena seolah menyatakan Tuhan tidur. Saat itulah, Dawam membela Hamid hingga ke Presiden Habibie.
 
"Menurut Mas Dawam, itu penjelasan sosiologis yang sangat baik," kata Hamid dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 31 Mei 2018.
 
Hamid mengatakan Dawam juga mengutip maksim Voltaire. Lewat telepon, Dawam berkata ia mungkin tidak setuju dengan pendapat Hamid, namun hal itu adalah hak untuk mengungkap pendapat dan akan ia bela sampai mati.
 
"Saya tidak jadi dipecat. Tidak perlu pula harus menulis surat pengunduran diri seperti salah satu opsi semula," kenangnya.

Baca: Dawam Rahardjo Menderita Diabetes Sejak Usia 40 Tahun

Sepuluh tahun kemudian, ia dan Dawam kembali berbeda pendapat dalam kasis Lia Aminuddin. Perbedaan tersebut membuat Dawam sangat marah ke Hamid, namun Hamid hanya diam.
 
"Dia marah seperti apapun, saya hanya akan diam. Bukan semata karena ia pernah membela saya. Tapi terutama karena ia berjasa besar untuk bangsa ini," ujarnya.
 
Sebagai junior dan sahabat, Hamid tahu ihwal kesehatan Dawam yang menurun. Ia mendengar kabar Dawam berobat hingga ke Beijing untuk berobat hingga akhirnya meninggal malam tadi. Kondisi fisik Dawam yang semakin kurus memberi tanda sejak jauh hari.
 
"Meski kami para rekan juniornya tahu bahwa hanya menanti harinya, kabar runcing itu tetap menusuk ulu hati saya. Perih, terasa," sambung Hamid.




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id