Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (tengah) dalam peluncuran lima bukunya. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (tengah) dalam peluncuran lima bukunya. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Penyejuk Jelang Pemilu, Nasaruddin Umar Luncurkan 5 Buku

Kautsar Widya Prabowo • 05 November 2021 23:06
Jakarta: Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar meluncurkan lima buku yang mengangkat sifat sufistik atau ilmu tasawuf. Buku dinilai dapat menyejukan suasana bangsa di tengah kondisi politik yang mulai memanas.
 
"Menjelang pemilu yang akan datang kita perlu penyejukan. Bagaimana menyejukan warga bangsa itu perlu sentuhan sufistik, perlu ada sentuhan spritual," ujar Nasaruddin usai peluncuran buku di Grand Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat, 5 November 2021.
 
Nasaruddin menjelaskan kelima buku itu juga menonjolkan tema feminim. Buku-buku kali ini berbeda dengan sebelumnya yang lebih mengangkat masalah politik hingga antropologi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia berharap karyanya dapat memberikan keseimbangan antara konsumsi otak dan batin. Sebab, bangsa yang utuh memberikan tempat bagi kepala dan hati untuk berkomunikasi dengan masyarakat.
 
"Kita jangan tumpah ruah tentang persoalan maskulin, persoalan politik, persoalan-persolan kekinian, tapi kita harus menengok daripada kita sendiri, who am i? Siapa diri kita sebetulnya? Mau ke mana? Penyadaran warga bangsa bahwa hidup ini ada batasnya ada kehidupan setelah mati," papar dia.
 
Nasaruddin menilai dengan mengetahui pribadi masing-masing melalui sufistik akan mewujudkan iklim politik santun hingga sistem ekonomi luhur. "Jadi, etika kesantunan itu sangat penting dan itu ciri khas bangsa kita dan itulah Pancasila," ujar dia.
 
Nasurddin menyebut sejatinya terdapat enam buku yang akan diluncurkan. Namun, satu buku masih di percetakan.
 
Kelima buku tersebut berjudul Menelisik Hakikat Silaturahim, Menyelami Selak Beluk Makrifat, Pemberdayaan Umat Berbasis Masjid, Menjalani Hidup Salikin, dan Memahami Alquran di Masa Post Truth.
 
Peluncuran buku turut dihadiri Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiga Uno, Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB), dan lainnya.
 
Baca: Imam Istiqlal: Berhentilah Mendiskreditkan Perempuan Atas Nama Ayat
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif