Antusias warga mengunjungi dan memperhatikan ragam diorama saat terjadinya penculikan Jendral Besar A.H Nasution oleh pasukan Tjakrabirawa. Foto: MI/Ramdani
Antusias warga mengunjungi dan memperhatikan ragam diorama saat terjadinya penculikan Jendral Besar A.H Nasution oleh pasukan Tjakrabirawa. Foto: MI/Ramdani

Henk Sneevliet dan Awal Mula Berdirinya PKI di Indonesia

Anggi Tondi Martaon • 24 September 2021 05:53
Jakarta: Penghujung September setiap tahun selalu diingat publik sebagai sejarah kelam Indonesia. Hal itu tak lepas dari ulah Partai Komunis Indonesia (PKI) menculik dan membunuh tujuh perwira angkatan bersenjata Indonesia 56 tahun silam.
 
Perbuatan tersebut membuat berang sebagian besar elemen masyarakat Indonesia. Tak heran akhirnya PKI atau komunisme menjadi sesuatu hal yang haram di Tanah Air. 
 
Di balik itu semua, yang menjadi pertanyaan ialah bagaimana PKI bisa tumbuh? Bahkan, menjadi salah satu partai terbesar di Indonesia? 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari berbagai sumber, cikal bakal PKI tak lepas dari peran Henk Sneevliet, seorang kaum sosialis Hindia Belanda. Dia mendirikan organisasi Indische Social Democratische Vereniging (ISDV) pada 1914. 
 
Baca: Simak, Ini Profil 7 Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam Peristiwa G30S/PKI
 
Awal mula berdiri, organisasi yang merupakan gabungan Partai Buruh Sosial-Demokrat atau Sociaal-Democratische Arbeiders Partij (SDAP) dan Partai Sosialis, itu beranggotakan 85 orang. Kantor pertama ISDV berada di Surabaya, Jawa Timur.
 
Namun, keretakan terjadi di tubuh ISDV. Sneevliet keluar dan membuat Partai Demokrat Sosial Hindia (PSDH) pada 1917. Tak hanya itu, PSDH memutuskan hubungan dengan pemerintah Hindia-Belanda. 
 
Pergerakan Sneevliet tak disukai pemerintah kolonial. Dia pun ditangkap dan dibuang ke Belanda. 
 
Perjuangan Sneevliet dilanjutkan Semaun dan Darsono, tokoh berpengaruh di Sarekat Islam (SI). Sebelumnya, petinggi PSDH dan SI tersebut sudah memiliki kedekatan dan bergerak bersama mewujudkan kemerdekaan Indonesia.
 
Setelah Sneevliet dibuang ke Belanda, Semaun dan Darsono menggabungkan PSDH dan SI dengan membuat Perserikatan Komunis (PDH) pada 1920 di Semarang, Jawa Tengah. Semaun dan Darsono didapuk sebagai pemimpin organisasi. 
 
Kedua pentolan PDH tersebut membuat sejumlah gebrakan. Salah satunya mendeklarasikan PDH bergabung dengan komunis internasional.
 
Keputusan itu ditentang Sekretaris SI Agus Salim. Dia pun mengeluarkan aturan anggota SI tidak boleh berstatus ganda. Kader harus memilih menjadi anggota SI atau PDH.
 
SI dan PDH resmi berpisah. Hal itu meringankan langkah Semaun dan mengubah nama PDH menjadi PKI pada 1924.
 
(OGI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif