Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. MI/Ramdani.
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. MI/Ramdani.

Isu Kebebasan Sipil Jadi Pekerjaan Rumah Jokowi

Nasional lembaga survei presiden jokowi
Fachri Audhia Hafiez • 04 November 2019 07:55
Jakarta: Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyoroti indikator kebebasan sipil yang menurun di periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi). Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan memberi contoh terkait ketakutan publik untuk bicara mengenai politik.
 
Dari 1.550 responden, 43 persen menyatakan ketakutan. Sementara pada 2014, survei serupa dilakukan dan hanya 17 persen yang takut berbicara soal politik.
 
"Mereka yang menyatakan sekarang bahwa warga takut karena penangkapan semena-mena oleh aparat hukum juga naik, dari 24 persen pada 2014 menjadi 38 persen," ungkap Djayadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 3 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu responden yang menyatakan bahwa sekarang warga takut berorganisasi juga naik. Pada 2014 hanya 10 persen, kini menjadi 21 persen.
 
Hal yang sama juga dalam hal ketidakbebasan beragama, dari tujuh persen pada 2014 menjadi 13 persen tahun ini. LSI juga mencatat, dalam hal kebebasan pers juga tampak belum menggembirakan.
 
Responden yang beranggapan bahwa media massa bebas dan tidak disensor pemerintah cukup banyak 43 persen. Namun yang menyatakan tidak bebas dan disensor pemerintah juga besar, yakni 38 persen.
 
Djayadi menyarankan agar Pemerintahan Jokowi periode kedua ini perlu membenahi kecenderungan menurunnya kebebasan sipil. Pasalnya jika tren ini terus menurun, menjadikan kehidupan berdemokrasi memburuk.
 
"Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat merasakan kebebasan sipil yang menjadi pondasi demokrasi belum baik dan bahkan cenderung memburuk," ujar Djayadi.
 
Responden survei LSI merupakan warga negara Indonesia berusia 17 tahun dan memiliki hak pilih. Sebanyak 1.550 responden merupakan tersebar dari seluruh wilayah di Indonesia.
 
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka. Wawancara dilakukan pada 8-17 September 2019. Margin of error dari ukuran sampel sebesar 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif