Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. (Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya)
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. (Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya)

Kapolri dan Istana Menolak Bicara Kasus Novel

Nasional novel baswedan
Damar Iradat • 03 Desember 2019 18:36
Jakarta: Kapolri Jenderal Idham Azis dan Istana Kepresidenan kompak tak mau berbicara mengenai kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Penyidikan kasus ini sudah berjalan dua tahun lebih namun tak kunjung terungkap pelakunya.
 
Idham bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto langsung bergegas meninggalkan Istana Kepresidenan, Jakarta, saat dicecar soal penyidikan kasus Novel. Padahal, Presiden Joko Widodo sudah memberikan tenggat waktu kepada Kapolri hingga awal Desember 2019 untuk menyelesaikan kasus ini.
 
Juru bicara Presiden Fadjroel Rachman juga langsung balik kanan saat ditanya soal kasus Novel. Fadjroel justru melemparnya ke Kapolri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Langsung saja bicara dengan Pak Idham. Semuanya ada di beliau," kata Fadjroel di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Pada awal November 2019, Presiden memberi tenggat waktu satu bulan kepada Idham mengungkap dalang penyiraman air keras kepada Novel. Jokowi minta kasus itu dituntaskan.
 
"Saya sudah sampaikan ke Kapolri baru, saya beri waktu sampai awal Desember," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat, 1 November 2019.
 
Ini bukan kali pertama Jokowi memberi tambahan waktu kepada Korps Bhayangkara mengusut kasus Novel. Jokowi sempat memberikan waktu tambahan tiga bulan sejak Polri membentuk tim khusus pada Juli 2019.
 
Hingga masa kerja tim khusus selesai 31 Oktober 2019, belum ada titik terang kasus Novel. Di sisi lain, kepolisian selalu mengeklaim sudah ada perkembangan signifikan.
 
Novel disiram dengan air keras oleh dua orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017. Penyidik senior KPK itu disiram air keras usai salat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
 
Usai kejadian, Novel dibawa ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading Jakarta Utara kemudian dirujuk ke Jakarta Eye Center di Menteng, Jakarta Pusat. Selanjutnya Novel menjalani perawatan di rumah sakit Singapura pada 12 April 2017.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif