Purwadhika Siap Sukseskan Pengembangan Kawasan Digital Hub Sinar Mas Land

Gervin Nathaniel Purba 17 Maret 2017 09:05 WIB
sinar mas land
Purwadhika Siap Sukseskan Pengembangan Kawasan Digital Hub Sinar Mas Land
Purwadhika Computer Design School and Neurosoft Indonesia (Foto:Dok.Purwadhika)
medcom.id, Jakarta: Seiring perkembangan teknologi informasi, bisnis berbasis internet tengah menjadi primadona di hampir seluruh negara, tak terkecuali Indonesia. Bisnis ini memiliki prospek cerah.

Dalam menjalankan perusahaan berbasis internet, diperlukan tenaga-tenaga ahli di bidang IT (information technology) dalam menjalankan software untuk menghidupkan bisnis tersebut. Di Indonesia, tenaga ahli di bidang IT masih kurang.

Melihat celah tingginya kebutuhan akan tenaga ahli IT, Purwa Hartono mendirikan Purwadhika Computer Design School and Neurosoft Indonesia.


Purwa mendirikan Purwadhika dengan harapan sebagai tempat berlatih membuat coding dan mendorong siswa mendirikan startup. Sekolah ini juga menyediakan teknologi terbaru sesuai dengan perkembangan zaman sehingga setiap siswa tidak akan tertinggal dengan perkembangan teknologi.

"Purwadhika ini sekolah yang menyediakan teknologi IT ter-update sesuai perkembangan sekarang. Kita selalu bekerja sama dengan industri," ujar Purwa Hartono, Founder and President Purwadhika Computer Design School and Neurosoft Indonesia.

 

Di Purwadhika terdapat dua program menarik, yaitu Startup Builder dan Job Connector. Untuk Startup Builder, peserta didik akan dilatih selama enam bulan untuk mendalami ilmu menjalankan bisnis internet, mulai dari belajar coding hingga membuat software. Kemudian, enam bulan berikutnya masuk ke masa inkubasi.

"Inkubasi itu membangun bisnis usaha, bisnis internet mulai mereka bangun. Dibimbing dari nol, bagaimana memprogramnya, kasih dana awal, sampai mendapatkan investor. Pokoknya, sampai kaya," ucap Purwa.

Dalam program ini, setiap peserta didik akan dibagi ke dalam kelompok yang beranggotakan tiga orang. Ketiga orang tersebut mempunyai tugas untuk sebagai hacker, hipster, dan hustler. "Hacker yang bikin coding, hipster yang mendesain (web) biar tidak terlihat norak. Hustler bertugas menjajaki kerja sama bisnis," kata Purwa.

Mengenai program Job Connector, fokus melatih peserta didik membuat coding. Bedanya dengan Startup Builder, peserta didik langsung diarahkan bekerja sebagai coder. Sebab, saat ini banyak startup di Indonesia kekurangan coder sehingga menyebabkan startup tersebut harus merekrut banyak karyawan, lalu bekerja secara manual.

"Kita buka Program Job Connector. Pada program ini, kita melatih coder untuk langsung bekerja di startup. Kita latih selama tiga bulan. Saat masuk, dites dulu. Lalu, kita latih. Kemudian, lulus setelah 3 bulan, (bekerja di startup) langsung terima gaji minimal Rp8 juta, di atas UMR (upah minimum regional)," tutur Purwa.
 

Purwa Hartono, pendiri Purwadhika Computer Design School and Neurosoft Indonesia (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)


Purwa berharap, para lulusan sekolah Purwadhika nantinya akan mendirikan startup di Indonesia. Sebab, ini juga akan menjadi keuntungan besar bagi Indonesia.

Semangat yang disampaikan Purwa memiliki kesamaan dengan visi dan misi Sinar Mas Land. Salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia itu ingin membangun kawasan Digital Hub. Sinar Mas Land akan mulai membangun kawasan Digital Hub di tahun ini, sebuah kawasan kota pintar berbasis digital yang terintegrasi dan mampu mendukung aktivitas bisnis bagi para penghuninya. Kawasan tersebut akan menjadi tempat berkumpul berbagai macam perusahaan digital raksasa, perusahaan startup, sekolah berbasis IT, dan komunitas IT.

Kawasan yang dijuluki sebagai "Silicon Valley" Indonesia ini merupakan jawaban dan solusi atas tantangan dari arus perkembangan teknologi dalam jangka waktu panjang.

Purwa pun menyambut baik niat Sinar Mas Land membangun kawasan Digital Hub. Sebab, sudah saatnya Indonesia memiliki kawasan kota pintar yang menjadi pusat di Indonesia. Purwa menegaskan, lulusan Purwadhika siap memproduksi tenaga kerja yang handal untuk mendukung kawasan Digital Hub.

"Digital Hub itu kan sebuah ekosistem. Di kawasan Digital Hub, kalau tidak ada ekosistemnya, ya enggak akan jalan tanpa ada  tenaga kerjanya. Kita penyedia tenaga kerjanya. Seperti saya bilang, banyak startup berteriak enggak ada coder. Kita nih yang mendidik, saya juga bekerja keras," ucap Purwa.

Para lulusan Purwadhika akan diarahkan untuk mendirikan startup di kawasan Digital Hub di samping menyumbang coder terhadap startup yang sudah ada maupun perusahaan besar lainnya.

"Kawasan Digital Hub memiliki prospek yang cerah. Bagi pasar dunia, startup Indonesia menjadi target investor. Besar pasarnya, rakyatnya banyak," kata pria yang menyelesaikan S2 jurusan Computer Science & Computer Engineering di University of Southern California, Amerika, tahun 1987.
 


Kesiapan Purwadhika menyukseskan Digital Hub dengan menyalurkan tenaga kerja siap pakai, disambut baik Sinar Mas Land. Project Leader Digital Hub Sinar Mas Land Irawan Harahap mengatakan, kehadiran Purwadhika sangat penting dalam menyediakan talent pool bagi perusahaan digital.

"Purwadhika termasuk salah satu yang kita ikut sertakan dalam bagian komunitas digital (digital communities). Kehadiran mereka untuk talent pool,  sudah beberapa digital player kita undang juga," ujar Irawan.

Sinar Mas Land terkesan dengan gairah yang ditunjukkan Purwa Hartono di bidang IT, khususnya membangun pendidikan IT di Indonesia. Kehadiran Purwadhika dalam kawasan Digital Hub memberikan manfaat bagi Sinar Mas Land dan masyarakat pada umumnya.

"Mereka telah sekian tahun berkecimpung di dunia sekolah IT dan mereka memang fokus. Kita berkolaborasi dengan mereka dalam bentuk  perusahaan patungan dengan Purwadhika IT School. Sinar Mas Land juga menjadi bagian dari Purwadhika IT School. Kita sama-sama membuat komunitas dan sekolahnya kita pindahkan ke BSD," jelas Irawan.

Selain untuk disalurkan kepada techno leaders, nantinya para lulusan dari Purwadhika IT School akan disalurkan juga ke industri kreatif yang menjadi pusat penelitian dan pembangunan di kawasan tersebut (R&D Center/Research and Development Center). Mereka selain menjadi tenaga kerja di beberapa perusahaan, juga terlibat dalam pusat penelitian.

 
Project Leader Digital Hub Sinar Mas Land Irawan Harahap (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)


"Akan ada banyak perusahaan berbasis teknologi (di dalam kawasan Digital Hub). Kita membutuhkan engineer dari mereka (lulusan Purwadhika)," ucapnya.

Lebih lanjut, Irawan mengatakan pihaknya sangat bersyukur  akan hadir dua sekolah IT bergabung dalam digital komunitas, seperti Purwadhika IT School dan Geeksfarm. Kehadiran kedua sekolah kejuruan tersebut diyakini akan saling melengkapi karena memiliki pangsa pasar berbeda. Dengan kelebihan yang dimiliki masing-masing, Irawan yakin keduanya dapat memberikan kontribusi besar bagi kawasan Digital Hub.

"Kedua sekolah ini punya banyak memproduksi talenta yang berkualitas, yang benar-benar menciptakan satu kegiatan IT, membuat suatu alternative solution untuk kehidupan yang lebih baik. Karena mereka fokus, untuk fokus belajar menjadi enginer atau pun entrepeneur," kata Irawan.

Langkah yang ditempuh Sinar Mas Land ini dinilai Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf sebagai sangat tepat. Untuk mendukung kawasan Digital Hub, harus ada komunitas, akademisi, dan mahasiswa. “Langkah itu bagus. Awalnya harus ada mahasiswa di situ. Itu dulu saja yang digarap. Bekalnya sudah ada,” ujar Triawan.

Kehadiran sekolah IT di kawasan Digital Hub, menurut Triawan, akan saling melengkapi dengan fasilitas lainnya, sekaligus menyuplai kebutuhan akan tenaga IT profesional. “Itu yang paling benar. Membuat fasilitas sekolah, kan propertinya sudah ada. Semua hal di ekonomi kreatif berhubungan dengan IT. Apalagi banyak pelaku bidang IT anak muda. Sayang kalau tidak didukung,” kata dia.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id