Aceh: Upaya pemerintah Aceh melakukan percepatan vaksinasi untuk pelajar dengan melakukan vaksinasi massal di sekolah mesti terhambat. Musababnya, banyak orang tua siswa yang tidak mengizinkan anaknya divaksin covid-19.
“Hanya 1 per 3 dari seluruh siswa yang mengikuti vaksinasi, karena banyak sekali siswa yang tidak mendapatkan izin dari orangtuanya untuk vaksinasi massal di sekolah,” jelas Sheilla Aditya melaporkan untuk program Metro Siang di Metro TV dari Banda Aceh, Aceh, Rabu, 22 September 2021.
Sebagian orangtua melarang anaknya karena mereka memiliki penyakit penyerta (komorbid). Namun, mayoritas orang tua tidak mengizinkan anaknya divaksinasi karena kurangnya sosialisasi.
“Vaksinasi massal ini terkesan mendadak sehingga banyak orangtua yang masih belum mendapatkan informasi secara tepat,” kata Sheilla.
Dinas Pendidikan (Dindik) Aceh akan bekerja sama dengan pihak sekolah dan juga komite sekolah untuk menyosialisasi para orangtua terkait vaksinasi covid-19. Vaksinasi di Aceh untuk usia 12-17 tahun masih tergolong rendah, hanya 3,4 persen dari yang ditargetkan sebanyak 577 ribu orang.
Pemerintah akan terus mengejar vaksinasi usia remaja. Seluruh pelajar di Aceh ditargetkan sudah divaksinasi pada 30 September 2021, minimal dosis pertama. Para orangtua diharapkan dapat mengizinkan anaknya divaksinasi karena vaksinasi merupakan kunci awal dari pembelajaran tatap muka. (Widya Finola Ifani Putri)
Aceh: Upaya pemerintah Aceh melakukan percepatan
vaksinasi untuk pelajar dengan melakukan vaksinasi massal di sekolah mesti terhambat. Musababnya, banyak orang tua siswa yang tidak mengizinkan anaknya divaksin covid-19.
“Hanya 1 per 3 dari seluruh siswa yang mengikuti vaksinasi, karena banyak sekali siswa yang tidak mendapatkan izin dari orangtuanya untuk vaksinasi massal di sekolah,” jelas Sheilla Aditya melaporkan untuk program
Metro Siang di
Metro TV dari Banda Aceh, Aceh, Rabu, 22 September 2021.
Sebagian orangtua melarang anaknya karena mereka memiliki penyakit penyerta (
komorbid). Namun, mayoritas orang tua tidak mengizinkan anaknya divaksinasi karena kurangnya sosialisasi.
“Vaksinasi massal ini terkesan mendadak sehingga banyak orangtua yang masih belum mendapatkan informasi secara tepat,” kata Sheilla.
Dinas Pendidikan (Dindik) Aceh akan bekerja sama dengan pihak sekolah dan juga komite sekolah untuk menyosialisasi para orangtua terkait vaksinasi covid-19. Vaksinasi di Aceh untuk usia 12-17 tahun masih tergolong rendah, hanya 3,4 persen dari yang ditargetkan sebanyak 577 ribu orang.
Pemerintah akan terus mengejar vaksinasi usia remaja. Seluruh pelajar di Aceh ditargetkan sudah divaksinasi pada 30 September 2021, minimal dosis pertama. Para orangtua diharapkan dapat mengizinkan anaknya divaksinasi karena vaksinasi merupakan kunci awal dari pembelajaran tatap muka.
(Widya Finola Ifani Putri) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)