Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbudristek Jumeri berharap vaksinasi bisa menjadi modal pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Ia menyebut, saat ini vaksinasi untuk dosis pertama kepada pendidik dan tenaga kependidikan telah mencapai 3,42 juta orang.
"Sementara itu, 38 persen atau 2,17 juta pendidik dan tenga kependidikan sudah menerima dosis dua," ujar dia dalam webinar Kembali ke Sekolah atau Belajar di Rumah: Mencari Solusi Terbaik Pembelajaran Anak, Selasa 21 September 2021.
Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Upaya menjemput bola terus dilakukan hingga akhir September 2021 untuk mengebut vaksinasi terhadap PTK.
Baca: 1.301 Sekolah Jadi Klaster Covid-19 Selama PTM, Jenjang SD Paling Banyak
"Jadi setiap hari ada kira-kira 200 ribuan guru yang divaksinasi dan secara nasional yang tertinggi memang di DIY, kemudian termasuk DKI Jakarta sudah tinggi vaksinasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Kemudian yang terendah di Maluku Utara," terang dia.
Kemendikbudristek juga mempercepat untuk vaksinasi pelajar dengan usia 12-17 tahun. Dari target sebanyak 26,7 juta, 12 persen atau 3,2 juta orang di antaranya telah menerima vaksin dosis pertama, sedangkan 9 persen atau 2,28 juta orang telah divaksin dosis kedua.
"Jadi masih sangat rendah. Kalau kita menunggu sampai tuntas (vaksinasi pelajar) 26,7 juta, maka mungkin butuh waktu lebih lama lagi untuk bisa mengakselerasi pembelajaran tatap muka kita," ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News