Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati  Foto: Istimewa
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati Foto: Istimewa

Menteri PPPA: Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan Anak Dijerat Pasal Berlapis

Media Indonesia • 27 November 2021 22:42
Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengecam tindakan keji seorang anak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang mempemerkosa dan membunuh. Kemen PPPA ingin keadilan hukum atas kasus tersebut ditegakkan.
 
"Kami sangat berduka atas kejadian tersebut. Terduga pelaku berusia anak, 17 tahun, memperkosa dan kemudian membunuh korbannya seorang anak perempuan berusia 10 tahun. Kejadian ini sangat mengerikan," ungkap Menteri PPPA Bintang Puspayoga dilansir dari Media Indonesia, Jakarta, Sabtu, 27 November 2021.
 
Bintang menegaskan perlu perhatian masyarakat agar kasus ini tidak terulang, sebab ada indikasi, pemicu kasus tersebut adalah pornografi. Bintang meminta peran serta semua pihak untuk melakukan pencegahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyampaikan orang tua dapat menerapkan pola pengasuhan ramah anak dan berperspektif pada kepentingan terbaik anak. Saat ini, kasus tersebut ditangani Polrestabes Bandung, Polsek Pacet, dan UPTD PPA Provinsi Jawa Barat.
 
"Kami memberikan apresiasi untuk respons cepat ini dan mengharapkan terus dilakukan upaya-upaya yang diperlukan agar keadilan ditegakkan. Kemen PPPA akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, mulai dari proses hukum anak pelaku," ujar Bintang.
 
Baca: Ketua Komnas Perlindungan Anak Kecam Kasus Perkosaan Bocah di Padang
 
Dia meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Merujuk pada kronologis perkara, pelaku dapat dijerat dengan pasal berlapis yaitu, pasal 340 dan 338 KUHP tentang pembunuhan berencana.
 
Pelaku juga dapat dijerat dengan Pasal 81 serta 82 ayat (1) Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak dengan tetap memprosesnya sesuai dengan ketentuan UU Sistem Peradilan Pidana Anak. Kemen PPPA telah berkoodinasi dengan UPTD PPA Provinsi Jawa Barat dan penjangkauan serta asesmen awal telah dilakukan oleh tim UPTD Provinsi Jawa Barat kepada keluarga korban.
 
Sementara itu, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA Nahar mengatakan hasil pemeriksaan di tingkat kepolisian, terduga pelaku kecanduan pornografi. Itu sebabnya, Nahar menegaskan peningkatan upaya pencegahan dan pengawasan perlindungan terhadap anak sangat penting dilakukan oleh semua pihak.
 
Pornografi sangat berbahaya bagi pertumbuhan anak, baik secara mental maupun perkembangan otak anak. Kecanduan pornografi juga membahayakan anak-anak lainnya, yang menempatkan mereka pada kondisi rentan berupa perkosaan, dan dapat berakhir dengan pembunuhan jika korban melawan.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif