Puing-puing pesawat Lion Air JT 610 yang telah dievakuasi pascakecelakaan berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)
Puing-puing pesawat Lion Air JT 610 yang telah dievakuasi pascakecelakaan berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)

Beberapa Keluarga Korban Lion Air Kekeh Tuntut Boeing

Nasional boeing Lion Air Jatuh
Nur Azizah • 25 November 2019 15:53
Jakarta: Sejumlah keluarga korban kecelakaan Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 belum mendapatkan ganti rugi setahun pascakecelakaan. Mereka kekeh menuntut ganti rugi dari perusahaan pembuat pesawat nahas tersebut, The Boeing Company.
 
"Hak dari asuransi maupun santunan adalah hak perdata sendiri-sendiri. Berkaitan dengan anggota keluarga korban yang belum mendapatkan, itu karena mereka ingin tetap menuntut pada Boeing," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin, 25 November 2019.
 
Kementerian Perhubungan akan memfasilitasi keluarga yang ingin menggugat Boeing. Hanya saja, peran Kemenhub terbatas dan tak bisa masuk dalam pihak penggugat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Adapun tentang santunan dari Boeing, ini dalam proses administrasi. Jadi, mestinya akan ditindaklanjuti," ungkapnya.
 
Budi menyebut keluarga korban pesawat rute Jakarta-Tanjung Pinang itu bisa mengambil ganti rugi dan menuntut Boeing. Ia pun telah berulang kali menyampaikan hal itu kepada keluarga korban.
 
Sebanyak 75 persen keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air yang mengambil ganti rugi hingga saat ini. Menhub menegaskan tak ada batas waktu pemberian ganti rugi.
 
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross memastikan Boeing bakal menuntaskan kompensasi keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air 737 Max. Produsen pesawat asal AS itu baru menuntaskan 11 dari 17 tuntutan ganti rugi yang diajukan keluarga korban.
 
Boeing telah membayarkan tuntutan ganti rugi perdana kepada sejumlah keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air 737 Max. Setiap keluarga korban memperoleh kompensasi sebesar USD1,2 juta atau sekitar Rp16,98 miliar.
 
Pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang sebelumnya jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018. Sebanyak 189 orang yang terdiri dari 179 penumpang dewasa, satu penumpang anak, dua bayi, dua pilot, lima kru, dinyatakan meninggal dunia.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif