Ribuan buruh memadati Lapangan Tenis Indoor Senayan dalam peringatan Hari Buruh sedunia atau May Day. (Foto: Medcom.id/Kautsar Prabowo)
Ribuan buruh memadati Lapangan Tenis Indoor Senayan dalam peringatan Hari Buruh sedunia atau May Day. (Foto: Medcom.id/Kautsar Prabowo)

Buruh Desak Revisi PP 78 tentang Pengupahan

Nasional hari buruh
Kautsar Widya Prabowo • 01 Mei 2019 11:55
Jakarta: Ribuan buruh mulai memadati Lapangan Tenis Indoor Senayan dalam peringatan Hari Buruh sedunia atau May Day. Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan, penghapusan sistem kerja outsourcing atau karyawan kontrak, hingga pembenahan asuransi kerja menjadi tuntutan mereka.
 
Andri Pimpinan Unit Kerja PT CMC Group yang bermarkas di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, mengatakan sistem asuransi dengan BPJS kesehatan dirasa belum berjalan secara maksimal. Pasalnya ia kerap disulitkan ketika berobat di rumah sakit.
 
"Ketika kita menggunakan BPJS disebutkan tidak ada ruang, tapi kalau bayar secara umum ada ruangan," ujarnya kepada Medcom.id, di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Rabu, 1 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, sistem upah yang terkandung dalam PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dirasa belum memenuhi kebutuhannya. Lantaran berdasarkan peraturan tersebut kenaikan upah hanya berkisar 8,03 persen dari jumlah upah minimum atau sekitar Rp344 ribu.
 
"Adanya PP 78 berasal dari kondisi inflasi dan pertumbuhan ekonomi tahunan, kita merasa gaji tersebut kurang sesuai," tuturnya.
 
Baca juga:AJI Tuntut Kesejahteraan Jurnalis
 
Senada dengan itu, koordinator lapangan dari perusahan Sakura Japan, Iot, juga merasakan hal sayang sama untuk melakukan revisi pada PP 78. Lantaran setiap tahunnya kenaikan upah yang mereka terima tidak sampai delapan persen.
 
"Upahnya sekarang dari satu tahun ke tahun naik 300 ribu, sedangkan kita bedasarkan kebutuhan layak hidup terdapat 84 komponen, dengan kenakan itu dirasa tidak cukup bagi yang sudah berkeluarga," imbuhnya.
 
Sementara itu, serikat buruh dari perusahan Epson juga merasakan hal yang sama; terkait upah yang kurang dapat memenuhi kebutuhannya. Namun, mereka juga akan menyuarakan isu internal, adanya tindakan sewenang-wenang dari pimpinan dengan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), hanya karena masalah sepele.
 
"Ada tindakan intimidasi yang dirasakan teman kami, dia di PHK karena sebelumnya merokok dikawasan area kerja, seminggu kemudian ia di PHK," ujar koordinator lapangan buruh Epson, Dewi.
 
Baca juga:Buruh Kota Tangerang Diajak Manfaatkan Program Tangerang Cerdas
 
Pantauan Medcom.idsejumlah buruh yang hadir berasal dari organisasi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia), dan beberapa organisasi lainnya.
 
Mereka memakai atribut bertuliskan Mayday dan membawa bendera organisasi masing-masing serta bendera merah putih. Ada pula beberapa buruh yang membawa papan nama bertuliskan tuntutannya.
 
Pusat perayaan Hari Buruh hari ini dipusatkan di Tenis Indoor Senayan, Jakarta Pusat.Peringatan May Day di Jakarta akan diikuti 50 ribu buruh dari Jabodetabek, Purwakarta, Serang, dan Cilegon.
 
Selain itu, ratusan ribu buruh juga melakukan aksi May Day di berbagai daerah industri di Indonesia. Seperti Bandung, Semarang, Jepara, Jogjakarta, Gresik, Surabaya, Bogor, Tangerang, Cianjur, Sukabumi, Bekasi, Aceh, Medan, Makassar, Palu, Banjarmasin, Samarinda Maluku, Lombok, dan Papua.Ada pun tema yang akan diangkat dalam May Day tahun ini adalah Kesejahteraan Buruh dan Demokrasi Jujur Damai.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif