Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Masyarakat Mesti Waspada Meski Siklon Tropis Goni Menjauh

Nasional bencana bencana alam cuaca
Antara • 02 November 2020 03:44
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat tetap waspada meskipun siklon tropis Goni diperkirakan menjauhi Indonesia. Pasalnya, fenomena alam ini tetap berdampak terhadap cuaca di Tanah Air. 
 
"Dampak tersebut adalah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu, 1 November 2020.
 
Menurut dia, wilayah Indonesia yang mungkin mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, antara lain Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Selain itu, siklon tropis Goni diperkirakan berdampak pada gelombang laut yang berpotensi dengan ketinggian empat meter hingga enam meter di perairan Laut Cina Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"BNPB mengimbau masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah, khususnya wilayah yang diperkirakan terdampak secara tidak langsung untuk tetap meningkatkan kewaspadaan," tutur dia.
 
Pemerintah daerah juga diminta memperkuat kapasitas jajarannya dengan memaksimalkan potensi sumber daya manusia. Hal ini diperlukan dalam mengambil tindakan-tindakan yang dianggap perlu berbasis pengurangan risiko bencana.
 
"Bencana alam yang dapat terjadi karena dipicu faktor cuaca, antara lain banjir, banjir bandang, angin puting beliung, angin kencang, dan tanah longsor. Kemungkinan bencana tersebut perlu dicegah dan diantisipasi dengan baik agar tidak menimbulkan korban jiwa," kata dia.
 
Baca: Siklon Tropis Molave Sebabkan Hujan Disertai Petir di DKI
 
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menelaah posisi siklon tropis Goni berada pada 13,5 derajat Lintang Utara dan 123,6 derajat Bujur Timur atau sekitar 1.150 kilometer sebelah utara Tahuna, Sulawesi Utara. Siklon bergerak menuju barat dan barat daya dengan kecepatan 15 knot atau 27 kilometer per jam menjauhi Indonesia, dengan kekuatan 90 knot atau 175 kilometer per jam dengan tekanan 960 hektopascal.
 
Berdasarkan analisis untuk Senin, 2 November 2020, pukul 07.00 WIB, posisi siklon diperkirakan berada pada 15,2 derajat Lintang Utara dan 118,4 derajat Bujur Timur atau sekitar 1.530 kilometer sebelah utara dan barat laut Tahuna. Arah gerakan siklon menuju ke barat dan barat laut dengan kecepatan 15 knot atau 27 kilometer per jam dan kekuatannya melemah menjadi 45 knot atau 85 kilometer per jam dengan tekanan yang meningkat menjadi 994 hektopascal.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif