Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Bappenas: Baru 34% Puskesmas Memiliki Layanan Kesehatan Jiwa

Nasional Bappenas masalah kesehatan jiwa
Antara • 19 Oktober 2020 03:44
Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menargetkan meningkatkan kesehatan mental di Indonesia. Saat ini, penanganan kesehatan mental masih terbatas, baik dari fasilitas ataupun tenaga ahlinya.
 
"Setahu saya hanya ada 34 persen puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) yang sudah punya layanan kesehatan jiwa, sisanya belum ada," kata Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, dalam diskusi, Minggu, 18 Oktober 2020.
 
Menurut dia, sejatinya, dalam bidang kesehatan di tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), pada 2020 Indonesia berambisi mengurangi angka kematian dari penyakit tidak menular, serta meningkatkan kesehatan metal. Masalah kejiwaan ini masih menghantui warga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pungkas menyebut di Indonesia, depresi menduduki peringkat ketujuh penyebab disabilitas atau ketidakmampuan untuk bekerja. Sementara itu, gangguan kecemasan berada di urutan ke sembilan. Dia pun menekankan kesehatan mental juga menjadi masalah yang cukup serius.
 
Namun, penderita atau keluarga enggan memeriksakan diri karena malu dan tidak adanya fasilitas kesehatan yang menunjang. Untuk itu pemerintah mengupayakan agar tingkatan puskesmas dan rumah sakit bisa memiliki bagian penanganan masalah kesehatan jiwa.
 
Baca: Masih Banyaknya Kasus Bunuh Diri yang Belum Tercatat
 
"Rumah sakit jiwa itu yang paling ujung, artinya dia menampung hal-hal yang sudah tidak bisa di bawahnya. Jadi prioritasnya di selfcare atau layanan kesehatan primer seperti rumah sakit dan klinik," kata Pungkas.
 
Untuk merealisasikan target tersebut, Bappenas akan menjalankan beberapa strategi. Hal ini meliputi mendeteksi gangguan kejiwaan, memberikan informasi secara rutin pada masyarakat, menemukan kasus, dan mengobati pasien kejiwaan.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif