Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Pemerintah Masih Menimbang Tarif Vaksin Mandiri

Fachri Audhia Hafiez • 07 Desember 2020 23:19
Jakarta: Pemerintah masih menimbang tarif vaksin virus covid-19 berbasis mandiri. Ongkos mendatangkan vaksin hingga distribusi masih diperhitungkan.
 
"Karena kita tentu perlu mendatangkan (vaksin) semuanya dan dalam vaksinasi awal kita akan bisa mengetahui cost-nya," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam program Prime Talk Metro TV, Senin, 7 Desember 2020.
 
Airlangga mengatakan ongkos vaksin yang didatangkan pemerintah akan berbeda-beda. Selain itu, tarif mendatangkan vaksin pada 2021 dipastikan akan berbeda dibandingkan 2020.

Biaya produksi vaksin dan distribusi dalam negeri juga jadi pertimbangan. Termasuk biaya untuk peralatan tambahan seperti alat suntikan dan sebagainya.
 
"Jadi pemerintah akan memberikan acuan harga melalui Kementerian Kesehatan," ucap Airlangga.
 
Baca: BPOM: Butuh Tiga Bulan Keluarkan Izin Penggunaan Vaksin Covid-19
 
Kebutuhan vaksin untuk kelompok mandiri diperkirakan mencapai 172.611.016. Kelompok sasaran ini ditargetkan untuk 75.048.268 orang.
 
Jumlah yang ditargetkan itu berdasarkan asumsi dua kali dosis vaksin untuk satu orang. Penerima vaksin ini ditujukan usia 18-59 tahun.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JMS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan