Jakarta: Peningkatan kualitas pelayanan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dinilai perlu dipertimbangkan selama covid-19. Terutama, mengantisipasi potensi lonjakan kasus covid-19 usai Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah/2021 Masehi.
"Mereka (puskesmas) perannya sangat besar," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Tjandra Yoga Aditama dalam diskusi virtual Denpasar 12 bertemakan 'Antisipasi Gelombang Baru Covid-19', Jakarta, Rabu, 19 Mei 2021.
Dia menilai peningkatan ini berdampak besar terhadap pelayanan kesehatan. Sehingga, puskesmas bakal menjadi rujukan pertama saat membutuhkan layanan medis.
"Kalau ada apa-apa (gangguan kesehatan), mereka (masyarakat) telepon puskesmas dulu," ungkap dia.
Menurut dia, peningkatan pelayanan puskesmas bakal meringankan kerja rumah sakit. Rumah sakit bisa fokus menangani pasien covid-19 atau penyakit berat lainnya.
Kesiapan rumah sakit juga harus dipastikan. Keselamatan tenaga kesehatan harus dijaga.
"Karena kalau mereka kenapa-kenapa (terpapar covid-19) tentu menjadi masalah besar," sebut dia.
Baca: Antisipasi Mutasi Covid-19, Pemerintah Diminta Tingkatkan Pelacakan
Terkahir, ketersediaan data harus akurat. Sebab, pengambilan kebijakan penanganan covid-19 berdasarkan keputusan ilmiah yang berlandaskan data.
"Kalau data enggak akurat, kebijakan yang diambil bisa tidak tepat," ujar dia.
Jakarta: Peningkatan kualitas pelayanan pusat kesehatan masyarakat (
puskesmas) dinilai perlu dipertimbangkan selama
covid-19. Terutama, mengantisipasi potensi lonjakan kasus covid-19 usai Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah/2021 Masehi.
"Mereka (puskesmas) perannya sangat besar," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Tjandra Yoga Aditama dalam diskusi virtual Denpasar 12 bertemakan 'Antisipasi Gelombang Baru Covid-19', Jakarta, Rabu, 19 Mei 2021.
Dia menilai peningkatan ini berdampak besar terhadap pelayanan kesehatan. Sehingga, puskesmas bakal menjadi rujukan pertama saat membutuhkan layanan medis.
"Kalau ada apa-apa (gangguan kesehatan), mereka (masyarakat) telepon puskesmas dulu," ungkap dia.
Menurut dia, peningkatan pelayanan puskesmas bakal meringankan kerja rumah sakit. Rumah sakit bisa fokus menangani pasien covid-19 atau penyakit berat lainnya.
Kesiapan rumah sakit juga harus dipastikan. Keselamatan tenaga kesehatan harus dijaga.
"Karena kalau mereka kenapa-kenapa (terpapar covid-19) tentu menjadi masalah besar," sebut dia.
Baca: Antisipasi Mutasi Covid-19, Pemerintah Diminta Tingkatkan Pelacakan
Terkahir, ketersediaan data harus akurat. Sebab, pengambilan kebijakan penanganan covid-19 berdasarkan keputusan ilmiah yang berlandaskan data.
"Kalau data enggak akurat, kebijakan yang diambil bisa tidak tepat," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)