Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Wiendra Waworuntu. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Wiendra Waworuntu. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Warga Natuna Diminta Mengubah Cara Pandang

Nasional Virus Korona evakuasi wni
Fachri Audhia Hafiez • 04 Februari 2020 15:37
Jakarta: Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Wiendra Waworuntu, menyayangkan penolakan warga Natuna atas 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dikarantina. Dia ingin cara pandang warga setempat diubah.
 
"Harusnya kita menerima itu adalah juga saudara kita yang ada di Wuhan. Di sinilah negara hadir untuk membantu warga negara itu yang paling penting," kata Wiendra saat menghadiri acara 'Sosialisasi Kesiapsiagaan Rumah Sakit BUMN Menghadapi Infeksi Novel Corona Virus (2019-nCoV)' di Gedung Graha Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Februari 2020.
 
Warga Natuna Diminta Mengubah Cara Pandang
WNI dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok. Antara/Dok Kemenlu

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, masyarakat tak perlu cemas dengan karantina WNI dari Wuhan. Langkah pemerintah tersebut guna membatasi gerak agar tidak terjadi penyebaran virus korona.
 
Dia menduga ada informasi yang tidak menyeluruh ke masyarakat. Akibatnya, penolakan tetap terjadi.
 
"Kenapa Natuna dipilih dan mungkin penyampaian yang kurang baik dan tidak disampaikan dengan baik ke masyarakat atau cara persepsi masyarakat yang belum siap sepertinya," ujar Wiendra.
 
Ratusan warga Natuna berunjuk rasa di gerbang Bandara Lanud Raden Sadjad (RSA) Ranai, Sabtu, 1 Februari 2020. Massa menolak rencana pemerintah menjadikan Kabupaten Natuna sebagai tempat karantina WNI dari Tiongkok.
 
"Kami minta agar WNI dari Wuhan tidak turun di Natuna. Pada intinya berikan kepastian kepada kami," kata anggota DPRD Natuna, Wan Aris Munandar, yang ikut aksi di lokasi.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif