Almarhum Dawam Berperan Besar pada Muhammadiyah
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Foto: Medcom.id/Lis Pratiwi.
Jakarta: Ketua Umum PP Muhammadiyah bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menyebut cendekiawan muslim Dawam Rahardjo berperan besar dalam pemikiran Muhammadiyah. Almarhum banyak memberi pemikiran tentang  berbangsa dan bernegara.
 
"Beliau adalah salah satu yang memberi warna pemikiran di Muhammadiyah, terutama dalam hal berbangsa dan bernegara," kata Muhadjir usai melayat ke rumah duka di Jalan Kelapa Kuning III, Jakarta Timur, Kamis, 31 Mei 2018.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu yakin kepergian Dawam membuat banyak pihak kehilangan. Terutama masyarakat Indonesia yang mendukung asas-asas pluralisme dan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca: Dawam Rahardjo Menderita Diabetes Sejak Usia 40 Tahun

Muhadjir mengaku sangat mengenal Dawam. Terlebih saat almarhum menjadi guru besar Ekonomi Pembangunan dan pengajar di Universitas Muhammadiyah Malang, tempat Muhadjir pernah menjabat sebagai rektor.
 
"Mudah-mudahan kita doakan agar Prof. Dawam meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Semua amal ilmunya bisa diterima menjadi amal jariyah,"katanya.
 
Dawam Rahardjo meninggal karena komplikasi penyakit diabetes, jantung, dan stroke. Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, itu adalah seorang ahli ekonomi, pengusaha, cendekiawan, aktivis, dan pemikir.
 
Di bidang agama, Dawam dikenal sebagai penggali Alquran dan banyak mempelajari buku tafsir. Lebih jauh ia juga menelusuri arti pluralisme dan toleransi dalam kehidupan beragama.




(FZN)