Hari raya Iduladha 2026 (Ilustrasi: Shutterstock)
Hari raya Iduladha 2026 (Ilustrasi: Shutterstock)

Kapan Iduladha 2026? Cek Jadwal Sidang Isbat Awal Dzulhijjah 1447 Hijriah

Muhammad Syahrul Ramadhan • 14 Mei 2026 20:28
Ringkasnya gini..
  • Penentuan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Indonesia masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar oleh Kemenag.
  • Hasil sidang tersebut menjadi panduan pelaksanaan puasa Arafah, salat Iduladha, hingga waktu penyembelihan hewan kurban.
Jakarta: Penentuan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Indonesia masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag). Sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 17 Mei 2026.
 
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama, Iduladha 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Meski demikian masyarakat perlu menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) yang lazimnya digelar di penghujung bulan Zulkaidah. 
 
Karena itu, sidang ini menjadi momen penting yang dinantikan umat Islam, karena akan menentukan kapan awal bulan Dzulhijjah. Hasil sidang tersebut menjadi panduan pelaksanaan puasa Arafah, salat Iduladha, hingga waktu penyembelihan hewan kurban.

Sidang Isbat Awal Dzulhijjah 1447 Hijriah


Sidang isbat dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor layanan Kementerian Agama, Jakarta. Sidang ini menjadi bagian dari mekanisme pemerintah dalam penentuan awal bulan Hijriah.

“Sidang isbat merupakan forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, ormas Islam, serta para ahli falak dan astronomi dalam menetapkan awal bulan Hijriah,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad dikutip dari laman Kemenag, Kamis 14 Mei 2026.
 
Ia menjelaskan, proses penetapan awal Zulhijah dilakukan dengan mengintegrasikan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Kedua pendekatan ini saling melengkapi dalam menghasilkan keputusan yang komprehensif.
 
Menurutnya, data hisab memberikan gambaran awal posisi hilal, sementara rukyat menjadi konfirmasi faktual melalui pengamatan langsung di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. “Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan,” jelasnya.
 

Tahapan Sidang Isbat


Rangkaian sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal yang memaparkan data astronomi dari Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Seminar ini disiarkan secara terbuka sebagai bentuk transparansi informasi kepada publik. Setelah itu, panitia akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai lokasi pengamatan, mulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
 
“Selanjutnya, Menteri Agama akan memimpin sidang dengan mendengarkan pertimbangan para peserta sebelum menetapkan awal Zulhijah secara resmi,” ujarnya.
 
Berdasarkan data awal yang dipaparkan dalam rapat persiapan, posisi hilal pada 29 Zulkaidah 1447 H secara hisab telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS. “Perhitungan menunjukkan tinggi hilal berada di atas 3 derajat dan elongasi di atas 6,4 derajat, sehingga secara teori telah memenuhi kriteria imkan rukyat,” ungkapnya.
 
Meski demikian, Abu menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat prediktif dan belum menjadi dasar penetapan resmi. “Penetapan awal Zulhijah tetap menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat sebagai otoritas resmi pemerintah,” tegasnya.
 
Hasil sidang isbat akan diumumkan melalui konferensi pers agar dapat menjadi rujukan bersama bagi umat Islam di Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>