Kapan Hari Tasyrik di Tahun 2026?
Berdasarkan penanggalan Islam, Hari Tasyrik berlangsung selama tiga hari, dimulai tepat tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah). Secara rinci, waktu ini jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.Untuk tahun 2026, berikut adalah jadwal jatuhnya Hari Tasyrik:
- Kamis, 28 Mei 2026 (11 Dzulhijjah)
- Jumat, 29 Mei 2026 (12 Dzulhijjah)
- Sabtu, 30 Mei 2026 (13 Dzulhijjah)
Makna dan Asal-Usul Penamaan
Secara bahasa, "Tasyrik" berasal dari kata Arab syarraqa yang berarti "matahari terbit" atau "menjemur sesuatu". Penamaan ini merujuk pada tradisi masyarakat di zaman Rasulullah SAW yang menjemur daging kurban di bawah terik matahari untuk dijadikan dendeng. Hal ini dilakukan agar daging kurban yang melimpah dapat disimpan dalam jangka panjang sebagai cadangan makanan sebelum adanya teknologi pendingin seperti kulkas.Selain itu, pendapat lain menyebutkan dinamakan Tasyrik karena ritual penyembelihan kurban dilakukan setelah matahari terbit.
Keutamaan dan Amalan di Hari Tasyrik
Hari Tasyrik merupakan momen istimewa untuk memperbanyak ibadah. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada amal pada hari-hari ini yang lebih utama daripadanya (HR Bukhari). Karena dilarang berpuasa, umat Muslim dianjurkan untuk menikmati hidangan daging kurban sebagai bentuk rasa syukur. Rasulullah menyebut Hari Tasyrik sebagai "hari raya kita pemeluk agama Islam”.Umat Muslim masih diperbolehkan menyembelih hewan kurban pada hari-hari ini. Hal ini selaras dengan perintah Allah dalam Surat Al-Kautsar ayat 2 untuk melaksanakan shalat dan berkurban.
Selain itu, Hari Tasyrik adalah momen untuk mengumandangkan takbir serta memperbanyak zikir seperti Tahmid dan Tahlil. Imam Muslim meriwayatkan bahwa Hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir.
Hari Tasyrik yang jatuh pada 28 hingga 30 Mei 2026 merupakan kesempatan emas bagi kita untuk terus merayakan nikmat Allah setelah hari Iduladha. Larangan berpuasa pada hari-hari ini menjadi pengingat agar kita menikmati rezeki berupa hidangan kurban dengan penuh rasa syukur, sembari terus membasahi lidah dengan zikir dan takbir.
Semoga melalui momen yang istimewa ini, kualitas ibadah dan kedekatan kita kepada Sang Pencipta semakin meningkat melalui amalan-amalan utama yang telah dianjurkan.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News