Penelitian yang diterbitkan di jurnal eLife mengamati 50 spesies kepiting untuk memahami bagaimana pola gerak ini muncul. Sebanyak 35 di antaranya berjalan menyamping, sementara 15 lainnya berjalan ke depan.
Ketika data ini dipetakan ke dalam pohon evolusi, ditemukan bahwa kemampuan berjalan menyamping muncul satu kali dari nenek moyang yang awalnya berjalan lurus ke depan. Setelah itu, pola ini terus dipertahankan oleh sebagian besar kepiting modern.
| Baca juga: Deretan Hewan Invasif di Indonesia yang Mengancam Ekosistem dan Ekonomi |
Pengaruh Perubahan Lingkungan
Para peneliti memperkirakan perubahan ini terjadi sekitar 200 juta tahun lalu, saat Bumi mengalami perubahan besar seperti pecahnya benua Pangaea dan meluasnya habitat laut dangkal.Kondisi tersebut membuka peluang baru bagi kepiting untuk berkembang, dan gerakan menyamping menjadi salah satu “inovasi” yang membantu mereka bertahan dan menyebar ke berbagai lingkungan, dari laut dalam hingga daratan.
Keuntungan Gerakan Menyamping
Cara berjalan menyamping menjadi ciri khas kelompok “kepiting sejati” atau Brachyura. Gerakan ini ternyata memberi keuntungan penting untuk bertahan hidup, salah satunya membantu kepiting menghindari predator.Dengan bergerak ke samping, arah gerakan kepiting jadi lebih sulit ditebak. Dengan begitu, kepiting punya peluang untuk kabur dari predatornya juga lebih besar.
| Baca juga: Alih-Alih Dikubur, Pakar IPB Sarankan Ikan Sapu-Sapu Jadi Pupuk Tanaman Hias |
Menurut peneliti utama Yuuki Kawabata, cara berjalan ini kemungkinan besar berperan besar dalam kesuksesan kepiting sebagai spesies. Mengingat saat ini, ada lebih dari 7.900 jenis kepiting sejati yang hidup di berbagai habitat di seluruh dunia.
Lebih Cepat dan Efisien
Berjalan menyamping juga memungkinkan kepiting bergerak lebih cepat ke kanan atau kiri tanpa harus memutar tubuh. Hal ini membuat mereka lebih lincah, terutama saat berada di lingkungan terbuka seperti pantai atau dasar laut.Kendati lebih cepat dan efisien, cara bergerak ini tetap cukup jarang ditemukan di dunia hewan. Alasannya, gerakan menyamping bisa mengganggu aktivitas lain seperti menggali, makan, atau kawin.
Kesimpulannya, cara jalan kepiting yang miring bukan sekadar kebiasaan aneh, melainkan hasil evolusi panjang. Cara berjalan yang terkesan unik ini juga justru memberi mereka keunggulan untuk bertahan hidup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News