Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti. Foto: Medcom.id/Cindy.
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti. Foto: Medcom.id/Cindy.

Kasus Kekerasan Anak Masih Tinggi

Nasional kekerasan anak
Cindy • 27 Desember 2018 16:38
Jakarta: Kasus kekerasan di bidang pendidikan yang melibatkan anak-anak meningkat. Dari 328 kasus pada 2017 menjadi 445 kasus pada 2018.
 
Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dari total kasus kekerasan pada anak, sebanyak 228 kasus (51,20%) berupa kekerasan fisik, seksual, verbal, dan bullying.
 
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, ironinya kekerasan fisik dan bullying paling banyak dilakukan pendidik termasuk kepala sekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kasus tahun ini cukup mengenaskan, terjadi peningkatan signifikan dari kasus-kasus tahun lalu," kata Retno di KPAI, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Desember 2018.
 
Tidak hanya kekerasan fisik, kekerasan seksual ikut meningkat dan didominasi korban anak laki-laki. Dari total korban 177 orang, sebanyak 135 korban adalah anak laki-laki dan 42 korban adalah anak perempuan.
 
"Di Ibu Kota saja ada 16 korban anak laki-laki yang pelakunya itu guru olahraga. Modusnya diajak ke rumah untuk minta bantu koreksi ulangan dan memasukkan nilai ke daftar nilai," ujarnya.
 
Baca: Kekerasan pada Anak tak Melulu terkait Ekonomi
 
Menurut Retno ada beberapa faktor yang membuat laporan kasus kekerasan pada anak masih tinggi. Pertama, adanya sistem pengaduan online dari KPAI sehingga masyarakat lebih mudah melaporkan kasus kekerasan anak.
 
Kedua, adanya kesadaran masyarakat untuk berani berbicara seiring dengan proses pendidikan yang semakin meningkat. Ketiga, karena memang ada masalah pada pelanggaran hak-hak anak.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif