Opsi Nasib Lapangan Tembak Senayan
Ilustrasi--Rekontruksi kasus peluru nyasar ke Gedung DPR--Medcom.id/Muhammad Al Hasan.
Jakarta: Penyelesaian polemik tentang Lapangan Tembak Senayan belum terang. Padahal, nasib lapangan itu sudah mengerucut pada dua opsi: tertutup atau relokasi.

Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks (PPK) Gelora Bung Karno Winarto mengatakan, opsi tertutup berarti kondisi lapangan seperti apa adanya sekarang. Di bawah benteng. Jadi, tidak ada peluang peluru nyasar ke mana-mana.

"Kedua relokasi. Ini yang akan dimatangkan," kata Winarto di Kompleks DPR, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018.


Menurut Winarto, opsi relokasi harus dipikirkan matang. Bukan cuma lokasinya, tapi luas dan kepemilikan lahan harus diperhatikan. Gubernur DKI Anies Baswedan kini tengah mencari titik relokasi.

Selain dua opsi itu, jalan keluar lain pun tetap dibahas. Yang pasti, tambah Winarto, lapangan tembak dibangun indoor sehingga terjamin keamanannya.

"Ini masih dalam pematangan solusi apa yang akan diambil. Termasuk juga tentu saja teman-teman di DPR ini terbaiknya seperti apa, sebab ada sejumlah aspek keamanan, aspek kemajuan olahraga, relokasinya bagaimana, tata ruangnya bagaimana," bebernya.

Baca: NasDem Tolak Kaca Antipeluru Gedung DPR

Winarto mengungkap, sejumlah wilayah yang bisa jadi alternatif relokasi yakni Halim, Cijantung, dan Cibubur, Jakarta Timur. Yang penting, kata dia, masih di bawah lingkup Pemprov DKI.

Dia memastikan, bila direlokasi, Lapangan Tembak Senayan, tak bakal dibangun gedung. Tapi, menjadi hutan kota seperti di tepi jalan Sudirman.

"Bayangkan kalau 4,6 hektare saja di Sudirman kita relakan untuk itu apalagi yang di belakang. jadi, tidak ada rencana atau pikiran ke sana (dibangun bangunan)," tandasnya.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id