Buruh yang tergabung dalam FSPMI melakukan aksi long march menuju Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: MI/Ramdani)
Buruh yang tergabung dalam FSPMI melakukan aksi long march menuju Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: MI/Ramdani)

Hari Buruh Momentum Peningkatan Kualitas SDM

Nasional hari buruh
Ilham wibowo • 01 Mei 2019 16:10
Jakarta: Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day dinilai momentum untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karenanya, peringatan setiap 1 Mei ini perlu disikapi dengan arif sebagai pelecut semangat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Presiden Komisaris PT Panasonic Indonesia Rachmat Gobel mengatakan serikat buruh harus fokus meningkatkan kapasitas diri yang berdaya saing global.
 
"Serikat pekerja perlu melihat rencana pemerintah sebagaimana tahun ini adalah tahun pembangunan sumber daya manusia. Jangan buruh hanya minta naik gaji sementara produktivitasnya rendah atau efisiensi rendah," kata Rachmat kepada Medcom.id, Rabu, 1 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sektor pekerja akan menjadi prioritas utama jangka panjang pemerintah mencapai target Indonesia sebagai 10 besar negara dengan ekonomi terkuat di dunia pada 2030. Karenanya, sektor industri perlu dinaikkan dan menyerap lebih banyak lagi jumlah pekerja.
 
Baca juga:Pesan Presiden untuk Buruh
 
Menurut Rachmat, industri manufaktur akan kesulian mengakselerasi pertumbuhan ekonomi saat dituntut untuk terus meningkatkan level kesejahteraan dari pekerjanya. Bukan tidak mungkin industri yang telah menyerap puluhan ribu karyawan di Tanah Air ini kemudian pindah daerah bahkan pindah negra.
 
"Ketika selisih (tuntutan sejahtera dan produktivitas) semakin besar maka industri akan pindah dan yang rugi masyarakat juga. Serikat pekerja jangan egois, harus berpikir jangka panjang, masih banyak yang masih muda ingin tempat bekerja," papar Rachmat.
 
Ia menambahkan kemampuan pekerja harus meningkat menghadapi tantangan di masa mendatang, terutama menyongsong revolusi industri 4.0 melalui pemanfaatan teknologi. Era globalisasi, kata Rachmat, sedang mengalami pertarungan yakni investasi akan masuk ke daerah yang lebih efisien dan tentu dengan ongkos lebih murah.
 
"Di Indonesia ini selalu menuntut ini kurang itu kurang. kalau terus dituntut kurang tidak akan selesai, kita akan kurang terus sementara gaya hidup kita naik terus," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif