Jakarta: Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) merebak di sejumlah daerah di Indonesia dan membuat warga khawatir. Kekhawatiran masyarakat terkait penyebaran penyakit ternak ini membuat pedagang harus menyusun strategi agar kesehatan kurban terjaga.
Berikut sejumlah strategi yang dipakai pedagang kurban:
1. Hanya salurkan hewan kurban lokal
Kekhawatiran masyarakat terkait PMK tidak hanya dirasakan warga di daerah wabah terjadi. Warga yang berada di wilaha terbebas wabah juga khawatir ada ternak dari daerah terserang PMK 'menyusup' masuk.
Strategi memperdagangkan kurban dari peternak dan daerah penyaluran yang sama dipakai pedagang. Salah satunya socio-enterprise Ecoqurban yang menyalurkan 15 ribu hewan kurban di 25 daerah di Jawa, Sumatra, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.
Hewan kurban tak dijual ke daerah yang berbeda dari wilayah peternak.
2. Jaga kesehatan kurban, edukasi peternak
Hewan kurban yang diperdagangkan selalu diberi makan cukup, vitamin, dan diawasi kesehatannya. Perdagangan kurban juga melibatkan dokter hewan agar ternak terbebas dari PMK.
"Mereka melibatkan dokter hewan untuk memastikan kesehatan hewan kurban. Saya turut mengapresiasi inisiatif yang mereka lakukan," kata drh Taufik Iskandar dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 16 Juni 2022.
Dokter yang bekerja sama dengan Ecoqurban ini juga mengatakan pengawasan dan perawatan penuh dalam pemeliharaan hewan kurban sangat dibutuhkan. Dia dan dokter hewan yang terlibat mulai dari mengawasi, mengisolasi, hingga mengobati hewan kurban yang sakit.
Edukasi kepada peternak perlu diberikan agar mereka dapat mengindikasi penyakit yang diidap hewannya. Hal ini juga dilakukan Ecoqurban kepada peternak di daerah penyaluran.
Ilustrasi sapi kurban. Dok: MI
3. Sterilisasi kandang
Tak hanya menjaga kesehatan hewan, kesehatan area kandang juga tak kalah pentingnya. Business Development Manager Ecoqurban Isdhama Miswardana mengatakan sterilisasi kandang sangat diperlukan untuk memastikan kesehatan hewan ternak terjaga.
Jika ada hewan terjangkit penyakit, sterilisasi rutin memastikan penyakit tak menular dengan cepat.
"Kandangnya akan dibersihkan setiap hari dan disemprot desinfektan seminggu sekali. Selain itu, kami juga menyediakan kandang khusus untuk isolasi hewan yang terindikasi tertular PMK,”kata Isdhama.
4. Penyembelihan tak sembarangan
Edukasi dan pengawasan tak hanya bisa terhenti di tingkat peternak hingga pedagang saja. Penyembelihan sebagai rantai penyaluran terakhir sebelum menyentuh konsumen akhir daging kurban juga harus terjaga.
Sejumlah daerah telah mengeluarkan kebijakan terkait penyembelihan hewan di tengah wabah PMK, misalnya penyembelihan terpusat. Sejumlah lembaga pendidikan juga menyampaikan beberapa cara penyembelihan saat serbuan wabah terjadi di beberapa daerah.
Baca: Pakar Kesehatan Hewan IPB jelaskan Cara Berkurban di Tengah Wabah PMK
Hal yang sama juga dilakukan Ecoqurban. Lokasi penyembelihan di setiap wilayah penyaluran akan disediakan khusus indoor dan outdoor untuk memastikan darah, kotoran, dan daging tidak kontak dengan hewan yang masih hidup.
5. Edukasi warga cara mengolah daging kurban
Pengolahan daging dengan cara yang benar juga dapat memastikan daging kurban bebas virus PMK. Ecoqurban menerjunkan petugas ke lapangan untuk mengedukasi masyarakat terkait pengolahan daging yang benar.
Di antaranya, merebus daging dan tulang 30 menit sebelum diolah, mengimbau masyarakat membekukan daging, serta memastikan target 160 ribu kepala keluarga yang menjadi sasaran penyaluran merasa tenang.
“Besar harapan kami upaya-upaya yang dilakukan ini mampu membuat hewan-hewan kurban kami bebas dari PMK dan masyarakat yang menerima nantinya dapat menjalankan ibadah Iduladha dengan rasa aman,” kata Isdhama.
Jakarta: Wabah
penyakit mulut dan kuku (PMK) merebak di sejumlah daerah di Indonesia dan membuat warga khawatir. Kekhawatiran masyarakat terkait penyebaran penyakit ternak ini membuat pedagang harus menyusun strategi agar kesehatan kurban terjaga.
Berikut sejumlah strategi yang dipakai pedagang kurban:
1. Hanya salurkan hewan kurban lokal
Kekhawatiran masyarakat terkait PMK tidak hanya dirasakan warga di daerah wabah terjadi. Warga yang berada di wilaha terbebas wabah juga khawatir ada ternak dari daerah terserang PMK 'menyusup' masuk.
Strategi memperdagangkan
kurban dari peternak dan daerah penyaluran yang sama dipakai pedagang. Salah satunya socio-enterprise Ecoqurban yang menyalurkan 15 ribu hewan kurban di 25 daerah di Jawa, Sumatra, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.
Hewan kurban tak dijual ke daerah yang berbeda dari wilayah peternak.
2. Jaga kesehatan kurban, edukasi peternak
Hewan kurban yang diperdagangkan selalu diberi makan cukup, vitamin, dan diawasi kesehatannya. Perdagangan kurban juga melibatkan dokter hewan agar ternak terbebas dari
PMK.
"Mereka melibatkan dokter hewan untuk memastikan kesehatan hewan kurban. Saya turut mengapresiasi inisiatif yang mereka lakukan," kata drh Taufik Iskandar dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 16 Juni 2022.
Dokter yang bekerja sama dengan Ecoqurban ini juga mengatakan pengawasan dan perawatan penuh dalam pemeliharaan hewan kurban sangat dibutuhkan. Dia dan dokter hewan yang terlibat mulai dari mengawasi, mengisolasi, hingga mengobati hewan
kurban yang sakit.
Edukasi kepada peternak perlu diberikan agar mereka dapat mengindikasi penyakit yang diidap hewannya. Hal ini juga dilakukan Ecoqurban kepada peternak di daerah penyaluran.
Ilustrasi sapi kurban. Dok: MI
3. Sterilisasi kandang
Tak hanya menjaga kesehatan hewan, kesehatan area kandang juga tak kalah pentingnya. Business Development Manager Ecoqurban Isdhama Miswardana mengatakan sterilisasi kandang sangat diperlukan untuk memastikan kesehatan hewan ternak terjaga.
Jika ada hewan terjangkit penyakit, sterilisasi rutin memastikan penyakit tak menular dengan cepat.
"Kandangnya akan dibersihkan setiap hari dan disemprot desinfektan seminggu sekali. Selain itu, kami juga menyediakan kandang khusus untuk isolasi hewan yang terindikasi tertular
PMK,”kata Isdhama.
4. Penyembelihan tak sembarangan
Edukasi dan pengawasan tak hanya bisa terhenti di tingkat peternak hingga pedagang saja. Penyembelihan sebagai rantai penyaluran terakhir sebelum menyentuh konsumen akhir daging
kurban juga harus terjaga.
Sejumlah daerah telah mengeluarkan kebijakan terkait penyembelihan hewan di tengah wabah PMK, misalnya penyembelihan terpusat. Sejumlah lembaga pendidikan juga menyampaikan beberapa cara penyembelihan saat serbuan wabah terjadi di beberapa daerah.
Baca:
Pakar Kesehatan Hewan IPB jelaskan Cara Berkurban di Tengah Wabah PMK
Hal yang sama juga dilakukan Ecoqurban. Lokasi penyembelihan di setiap wilayah penyaluran akan disediakan khusus indoor dan outdoor untuk memastikan darah, kotoran, dan daging tidak kontak dengan hewan yang masih hidup.
5. Edukasi warga cara mengolah daging kurban
Pengolahan daging dengan cara yang benar juga dapat memastikan daging kurban bebas virus PMK. Ecoqurban menerjunkan petugas ke lapangan untuk mengedukasi masyarakat terkait pengolahan daging yang benar.
Di antaranya, merebus daging dan tulang 30 menit sebelum diolah, mengimbau masyarakat membekukan daging, serta memastikan target 160 ribu kepala keluarga yang menjadi sasaran penyaluran merasa tenang.
“Besar harapan kami upaya-upaya yang dilakukan ini mampu membuat hewan-hewan kurban kami bebas dari
PMK dan masyarakat yang menerima nantinya dapat menjalankan ibadah Iduladha dengan rasa aman,” kata Isdhama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)