Empat Anak Pelaku Teror Belum Diserahkan ke Keluarga

K. Yudha Wirakusuma 15 Mei 2018 13:02 WIB
Teror Bom di Surabaya
Empat Anak Pelaku Teror Belum Diserahkan ke Keluarga
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Machfud Arifin. Foto: Medcom/Yudha
Surabaya: Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Machfud Arifin mengatakan empat anak pelaku teroris yang selamat akan dirawat terlebih dulu hingga sehat. Selepas itu, polisi tak mau buru-buru menyerahkan hak asuh mereka kepada pihak keluarga.

“Kita yakinkan betul harus normal, sehat. Ada yang habis dioperasi supaya pulih kembali,” kata Machfud, di Mapolda Jatim, Selasa, 15 Mei 2018.

Kalau sudah sehat, lanjutnya, kita berikan pemahaman dan pendampingan. Polwan dengan keahlian psikologi akan memberikan pemahaman-pemahaman deradikalisasi.


“Supaya tidak terngiang-ngiang terus kejadian ini," kata dia.

Keempat anak itu, kata dia, akan diserahkan ke keluarga dekat, entah itu nenek atau pamannya. Namun, polisi ingin memastikan mereka bebas dari paham radikal.

“Kalau enggak ada jaminan, tidak akan kita berikan,” ujar Machfud.

Baca: Pesan Pilu Korban Bom di Surabaya Sebelum Tewas

Rangkaian ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur, terjadi pada Minggu dan Senin (13-14 Mei 2018). Pada Minggu pagi, tiga ledakan dalam waktu hampir bersamaan mengguncang tiga tempat ibadah: Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, dan Gereja Pentakosta di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB.

Hingga saat ini tercatat 13 orang tewas dalam tiga kejadian tersebut. Dua di antaranya polisi. Korban luka dan tewas dibawa ke beberapa rumah sakit, yakni RS William Booth dan RSUD dr Soetomo.

Ledakan kembali terjadi di Sidoarjo, Minggu malam. Ledakan terjadi di rumah susun milik keluarga Anton Febrianto. Tiga anak Anton selamat. Sedangkan Anton, istri, dan anak perempuannya meninggal.

Anton diduga dalang ledakan karena tim Gegana sempat melihat Anton masih memegang pemicu ledakan ketika petugas berada di lokasi. Petugas kemudian melumpuhkan pelaku dengan beberapa tembakan.

Senin pagi, bom kembali meledak di Mapolrestabes Surabaya. Empat pelaku bom meninggal di tempat, adapun seorang anak selamat dengan keadaan terluka.





(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id