Pesan Pilu Korban Bom di Surabaya Sebelum Tewas

Hendrik Simorangkir 15 Mei 2018 08:04 WIB
Teror Bom di Surabaya
Pesan Pilu Korban Bom di Surabaya Sebelum Tewas
ilustrasi Medcom.id
Tangerang: Kepergian Legita Lim Gwat Ni, 56, warga Perumahan Poris Indah, Blok C, No 267, RT 06 RW 06, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, meninggalkan pesan mendalam. 

"Pesan terakhir saat mau berangkat ke Surabaya tiba-tiba istri saya bilang, 'Saya pergi lama sekali enggak seperti biasanya, enggak tahu pulang apa enggak' seperti itu. Padahal kondisi istri saya saat itu dalam keadaan baik-baik saja," ujar suami korban Aan Teja, Senin 14 Mei 2018.

Dia menuturkan, Legita pergi ke Surabaya untuk mengikuti pameran batik. Legita, kata Aan, kerap pergi keluar kota dalam sepekan untuk memamerkan batik. 


"Dia memang bekerja sebagai tim pameran batik bersama teman-teman gerejanya," jelas Aan.

Kepergian Legita meninggalkan tiga anak dan seorang suami yang bertugas sebagai ketua RT. Legita pun diketahui aktif di lingkungan rumah maupun di gereja, di  Santa Maria, Tangerang.

"Istri saya sangat aktif diberbagai kegiatan di lingkungan rumah maupun di gereja. Bahkan, di lingkungan rumah istri saya lebih terkenal dibandingkan saya," ungkapnya.

Sampai saat ini, perwakilan keluarga masih di RS Bhayangkara Surabaya, Jawa Timur, untuk menunggu jenazah dapat dibawa oleh pihak keluarga. 

"Belum tahu ini dapat dibawa kapan, kalau dengar-dengar dari anak yang masih tunggu di Surabaya, akan dibawa besok Selasa 15 Mei 2018. Kita juga masih rundingan kemana jasad nanti akan disemayamkan. Kalau saya telah ikhlas atas kepergian istri," pungkasnya.



(LDS)