Kemendes Bagikan Beasiswa Akademi Desa 4.0
Kemendes PDTT meluncurkan Akademi Desa 4.0 di Jakarta, Kamis, 24 Mei 2018. Foto: Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba
Bandung: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberikan beasiswa bagi 10 warga Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, untuk menimba ilmu di Akademi Desa 4.0. Kelak mereka akan menjadi agen pembangunan di desa masing-masing.

"Saya memberikan 10 beasiswa untuk warga Bumiwangi untuk belajar di Akademi Desa 4.0. Mereka juga akan kita ajak ke desa yang sukses mengelola dana desa dengan baik," kata Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo, saat sosialisasi dana desa dan peninjauan program padat karya tunai di Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Minggu, 3 Juni 2018.

Kemendes PDTT memperkenalkan Akademi Desa 4.0 untuk lebih ekspansif melatih para pengelola dana desa. Akademi ini akan banyak mengedepankan pelatihan secara online.


Pengelola dana desa yang diprioritaskan mendapat pelatihan di akademi ini adalah pendamping dan penggerak masyarakat desa serta pengelola badan usaha milik desa (BUMDes). Harapannya mereka lebih siap mengelola dan mengoptimalkan dana desa yang setiap tahun pemberiannya terus meningkat.

"Akademi Desa 4.0 diciptakan karena biaya pelatihan konvensional mahal dan harus mendatangkan orang ke daerah. Pelatihan konvensial juga tak efektif," kata dia.

Baca: Dorong Pembangunan Desa, Kemendes PDTT Luncurkan Akademi 4.0

Eko mengatakan pelatihan online menjadi efektif karena bisa terus diulang dan mudah ditularkan. Di samping itu, biayanya juga bisa ditekan.

Para pengelola dana desa yang lulus dari akademi ini akan mendapatkan sertifikat yang bisa dipakai untuk keperluan mengembangkan diri. Sejumlah tes akan diberikan sebelum mereka dinyatakan lulus.

Bagikan dekoder

Pada kesempatan itu, Eko berjanji membagikan dekoder secara gratis ke desa-desa yang sudah memiliki proyektor. Dekoder itu diberikan agar warga desa dapat menggelar nonton bareng (nobar) perhelatan sepak bola terbesar di dunia, Piala Dunia 2018.

Eko mengatakan Piala Dunia tahun ini bertepatan dengan momentum libur Lebaran. "Biasanya kalau Lebaran para perantau mudik dan kumpul bersama keluarga di desa. Akan menjadi semarak jika ada agenda nonton bareng Piala Dunia," kata Eko.

Laga pembuka Piala Dunia dimulai Kamis, 14 Juni 2018 malam, waktu Indonesia. Jadwal pertandingan Piala Dunia 2018 memang bertepatan dengan Lebaran. 

Ia meminta warga desa memanfaatkan agenda ini untuk berbisnis. "Sehingga ada kegiatan ekonomi di situ. Ada perputaran uang di desa," jelas Eko.





(UWA)