Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Lalu Lintas Segera Pulih

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Theofilus Ifan Sucipto • 23 Mei 2019 11:17
Jakarta: Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal (Irjen) Gatot Eddy Pramono menyebut lalu lintas (lalin) di DKI Jakarta bakal kembali normal. Namun, optimalisasi lalu lintas bakal menunggu situasi di Ibu Kota kondusif.
 
"Kalau tidak lagi kelompok yang melakukan tindakan anarki, kita akan segera buka dan lancarkan arus lalu lintas," kata Gatot di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 23 Mei 2019.
 
Untuk itu, dia meminta demonstran berunjuk rasa dengan damai. Pasalnya, pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah mengarahkan hal serupa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pak Prabowo juga sudah menyampaikan, penyampaian aspirasi silakan dilakukan dengan damai dan sudah mengimbau supaya massa tidak datang lagi," ujar dia.
 
Dia berharap pada demonstran menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku. Melakukan tindakan anarkis, kata Gatot, adalah tindakan yang tidak dibenarkan undang-undang.
 
"Semua sudah selesai. Pemilu (pemilihan umum) itu ada perbedaan tapi mari kita bersatu kembali untuk membangun bangsa ini," tutur dia.
 
Dia mengatakan sistem keamanan hari ini sama dengan kemarin. Aparat keamanan masih akan bersiaga di beberapa titik yang rawan seperti Gedung DPR, Bawaslu, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
 
Gatot memastikan sampai hari ini situasi Ibu Kota relatif kondusif. Tidak ada hal-hal menonjol yang terjadi. Sampai saat ini kepolisian belum menerima pemberitahuan adanya aksi massa. Kendati begitu aparat diminta siaga.
 
"Hari ini tidak ada (pemberitahuan). Tapi ada kemungkinan ada pihak-pihak tertentu yang datang ke sini melakukan tindakan anarkis," kata Eddy.
 
Demonstrasi menolak hasil pemilu berlangsung di Bawaslu pada Selasa, 21 Mei 2019, dan Rabu, 22 Mei 2019. Unjuk rasa sempat berujung ricuh karena massa yang tak kunjung membubarkan diri. Kericuhan justru menyebar ke Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
 
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut setidaknya ada dua pergerakan dalam dalam aksi penolakan hasil Pemilu 2019 di Bawaslu, Selasa kemarin. Sikap yang ditunjukkan dua gerakan ini pun berbeda.
 
"Ada kelompok yang mau bermain," kata Tito di Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat.
 
Baca: Aparat Diminta Tegas Terhadap Dalang Kerusuhan
 
Menurut dia, awalnya yang datang ke Bawaslu pada Selasa siang adalah kelompok pengunjuk rasa yang berorasi dengan damai. Mereka bisa diajak berkoordinasi untuk membubarkan diri dengan tenang.
 
Namun, pada malam hari, tiba-tiba kelompok anarkis datang ke Bawaslu. Mereka merusuh dengan menyerang petugas. Tito menyebut kelompok ini massa yang berbeda, bukan pengunjuk rasa siang sebelumnya.
 
"Jangan sampai publik di-framing berpandangan seolah-olah isu yang berkembang seolah-olah ada aksi damai dibubarkan represif," jelas dia.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif