Jakarta: Pemerintah resmi menetapkan kebijakan Work from home (WFH) atau bekerja dari rumah selama satu hari per pekan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Meski menawarkan felksibilitas, banyak pekerja justru menghadapi tantangan baru saat WFH.
Tantangan tersebut misalnya rasa malas hingga sulit fokus akibat berbagai distraksi di rumah. Mulai dari godaan rebahan, notifikasi ponsel, hingga urusan rumah tangga, semuanya bisa dengan mudah mengganggu ritme kerja.
Jika tidak dikelola dengan baik, produktivitas bisa menurun tanpa disadari. Karena itu, penting untuk menerapkan strategi yang tepat agar tetap fokus dan produktif selama WFH. Berikut tips menjaga produktivitas saat WFH:
1. Buat jadwal kerja yang konsisten
Menentukan jam kerja yang jelas sangat penting agar tubuh terbiasa dengan ritme produktif. Usahakan mulai dan selesai kerja di jam yang sama setiap hari, seperti saat bekerja di kantor.
Dengan jadwal yang konsisten, Sobat Medcom akan lebih mudah mengatur waktu istirahat, makan, hingga menyelesaikan pekerjaan tanpa menunda-nunda.
2. Siapkan ruang kerja khusus
Memiliki area kerja tersendiri bisa membantu otak membedakan antara “mode kerja” dan “mode santai”. Tidak harus ruangan khusus, cukup sudut kecil yang rapi dan nyaman. Serta, hindari bekerja di tempat tidur karena bisa memicu rasa malas dan menurunkan fokus.
3. Hindari multitasking berlebihan
Mengerjakan banyak hal sekaligus sering dianggap produktif, padahal justru bisa membuat hasil kerja kurang maksimal. Fokus pada satu tugas hingga selesai akan membuat pekerjaan lebih cepat dan rapi.
4. Batasi distraksi digital
Notifikasi dari media sosial atau aplikasi chat sering menjadi penyebab utama hilangnya fokus saat WFH. Cobalah untuk mematikan notifikasi yang tidak penting atau gunakan fitur focus mode.
Sobat Medcom juga bisa menentukan waktu khusus untuk mengecek ponsel agar tidak tergoda membuka aplikasi-aplikasi yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, di tengah jam kerja.
5. Gunakan teknik manajemen waktu
Metode seperti Pomodoro bisa membantu menjaga ritme kerja tetap stabil. Misalnya, bekerja selama 25 menit lalu istirahat 5 menit. Cara ini membantu otak tetap fokus dalam waktu singkat dan mencegah kelelahan.
Cara lain adalah dengan membuat daftar prioritas harian agar pekerjaan lebih terarah. Dengan begitu, semua pekerjaan tetap selesai tepat waktu saat kamu menjalani WFH.
6. Jangan lupa istirahat
Bekerja terus-menerus tanpa jeda justru bisa menurunkan produktivitas. Luangkan waktu untuk berdiri, peregangan, atau berjalan sebentar agar tubuh tetap segar. Istirahat yang cukup juga membantu menjaga konsentrasi dan mencegah burnout saat bekerja dari rumah.
7. Tetap jaga komunikasi dengan tim
WFH bukan berarti bekerja sendiri. Komunikasi yang baik dengan tim tetap penting agar pekerjaan berjalan lancar. Pastikan kamu tetap aktif dalam rapat, memberikan update pekerjaan, dan merespons pesan dengan jelas agar tidak terjadi miskomunikasi.
Jakarta: Pemerintah resmi menetapkan kebijakan
Work from home (WFH) atau bekerja dari rumah selama satu hari per pekan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Meski menawarkan felksibilitas, banyak pekerja justru menghadapi tantangan baru saat WFH.
Tantangan tersebut misalnya rasa malas hingga sulit fokus akibat berbagai distraksi di rumah. Mulai dari godaan rebahan, notifikasi ponsel, hingga urusan rumah tangga, semuanya bisa dengan mudah mengganggu ritme kerja.
Jika tidak dikelola dengan baik, produktivitas bisa menurun tanpa disadari. Karena itu, penting untuk menerapkan strategi yang tepat agar tetap fokus dan produktif selama WFH. Berikut tips menjaga produktivitas saat WFH:
1. Buat jadwal kerja yang konsisten
Menentukan jam kerja yang jelas sangat penting agar tubuh terbiasa dengan ritme produktif. Usahakan mulai dan selesai kerja di jam yang sama setiap hari, seperti saat bekerja di kantor.
Dengan jadwal yang konsisten, Sobat Medcom akan lebih mudah mengatur waktu istirahat, makan, hingga menyelesaikan pekerjaan tanpa menunda-nunda.
2. Siapkan ruang kerja khusus
Memiliki area kerja tersendiri bisa membantu otak membedakan antara “mode kerja” dan “mode santai”. Tidak harus ruangan khusus, cukup sudut kecil yang rapi dan nyaman. Serta, hindari bekerja di tempat tidur karena bisa memicu rasa malas dan menurunkan fokus.
3. Hindari multitasking berlebihan
Mengerjakan banyak hal sekaligus sering dianggap produktif, padahal justru bisa membuat hasil kerja kurang maksimal. Fokus pada satu tugas hingga selesai akan membuat pekerjaan lebih cepat dan rapi.
4. Batasi distraksi digital
Notifikasi dari media sosial atau aplikasi chat sering menjadi penyebab utama hilangnya fokus saat WFH. Cobalah untuk mematikan notifikasi yang tidak penting atau gunakan fitur focus mode.
Sobat Medcom juga bisa menentukan waktu khusus untuk mengecek ponsel agar tidak tergoda membuka aplikasi-aplikasi yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, di tengah jam kerja.
5. Gunakan teknik manajemen waktu
Metode seperti Pomodoro bisa membantu menjaga ritme kerja tetap stabil. Misalnya, bekerja selama 25 menit lalu istirahat 5 menit. Cara ini membantu otak tetap fokus dalam waktu singkat dan mencegah kelelahan.
Cara lain adalah dengan membuat daftar prioritas harian agar pekerjaan lebih terarah. Dengan begitu, semua pekerjaan tetap selesai tepat waktu saat kamu menjalani WFH.
6. Jangan lupa istirahat
Bekerja terus-menerus tanpa jeda justru bisa menurunkan produktivitas. Luangkan waktu untuk berdiri, peregangan, atau berjalan sebentar agar tubuh tetap segar. Istirahat yang cukup juga membantu menjaga konsentrasi dan mencegah burnout saat bekerja dari rumah.
7. Tetap jaga komunikasi dengan tim
WFH bukan berarti bekerja sendiri. Komunikasi yang baik dengan tim tetap penting agar pekerjaan berjalan lancar. Pastikan kamu tetap aktif dalam rapat, memberikan update pekerjaan, dan merespons pesan dengan jelas agar tidak terjadi miskomunikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)