Jakarta: Nuansa Tahun Baru Imlek 2571 mulai terasa. Pernak-pernik bernuansa khas pergantian penanggalan Tionghoa menuju kerbau logam sudah banyak dijajakan di area Pasar Glodok, Jakarta Utara.
Salah satunya, amplop angpao. Gambar kerbau banyak menghiasi bagian depan amplop sesuai dengan shio tahun ini. Amplop angpai pun diakui pedagang pernak-pernik selalu menjadi primadona.
"Penjualan amplop angpao paling dominan tiap tahun," ujar Remet, penjual pernak-pernik Imlek di kawasan Glodok, Jakarta Utara, kepada Medcom.id, Jumat, 30 Januari 2021.
Dia menyebut ada dua jenis amplop yang beredar, buatan lokal dan impor dari Tiongkok. Keduanya memiliki ciri yang berbeda. Amplop impor memiliki corak yang timbul sementara amplop lokal menggunakan gambar print.
"Lebih laku yang luar (impor) karena lebih menarik," kata pria yang sudah berjualan musiman tersebut sejak 1970-an tersebut.
Perbedaan lain, jumlah amplop dalam satu paket. Satu bungkus amplop lokal berisi 10 lembar dengan variasi harga Rp10-15 ribu. Sementara, satu bungkus amplop impor berisi enam lembar dengan harga terendah Rp15 ribu.
"Ada juga yang sampai Rp25 ribu, bentuknya seperti dompet," ucap Remet.
Baca: Penjualan Pernak Pernik Imlek Menurun Drastis Saat Pandemi
Selain amplop, Remet menyebut lampion laris manis terjual. Ukuran lampion yang diburu warga bervariasi, mulai ukuran 8 inchi yang dijadikan pajangan di rumah hingga 24 inchi yang dipasang di gedung besar.
"Yang kecil mulai dari Rp50 ribu, yang besar bisa sampai Rp350 ribu. Tergantung tebal atau tidak (bahan lampion)," terang dia.
Remet menjual pernak-pernik Imlek di emperan pertokoan di belakang Pasar Glodok. Selain amplop angpao dan lampion, ia menjual wadah buah, gantungan Imlek, hingga pajangan bernuansa Imlek.
Jakarta: Nuansa
Tahun Baru Imlek 2571 mulai terasa. Pernak-pernik bernuansa khas pergantian penanggalan Tionghoa menuju kerbau logam sudah banyak dijajakan di area Pasar Glodok, Jakarta Utara.
Salah satunya, amplop angpao. Gambar kerbau banyak menghiasi bagian depan amplop sesuai dengan shio tahun ini. Amplop angpai pun diakui pedagang pernak-pernik selalu menjadi primadona.
"Penjualan amplop angpao paling dominan tiap tahun," ujar Remet, penjual pernak-pernik Imlek di kawasan Glodok,
Jakarta Utara, kepada
Medcom.id, Jumat, 30 Januari 2021.
Dia menyebut ada dua jenis amplop yang beredar, buatan lokal dan impor dari Tiongkok. Keduanya memiliki ciri yang berbeda. Amplop impor memiliki corak yang timbul sementara amplop lokal menggunakan gambar print.
"Lebih laku yang luar (impor) karena lebih menarik," kata pria yang sudah berjualan musiman tersebut sejak 1970-an tersebut.
Perbedaan lain, jumlah amplop dalam satu paket. Satu bungkus amplop lokal berisi 10 lembar dengan variasi harga Rp10-15 ribu. Sementara, satu bungkus amplop impor berisi enam lembar dengan harga terendah Rp15 ribu.
"Ada juga yang sampai Rp25 ribu, bentuknya seperti dompet," ucap Remet.
Baca:
Penjualan Pernak Pernik Imlek Menurun Drastis Saat Pandemi
Selain amplop, Remet menyebut lampion laris manis terjual. Ukuran lampion yang diburu warga bervariasi, mulai ukuran 8 inchi yang dijadikan pajangan di rumah hingga 24 inchi yang dipasang di gedung besar.
"Yang kecil mulai dari Rp50 ribu, yang besar bisa sampai Rp350 ribu. Tergantung tebal atau tidak (bahan lampion)," terang dia.
Remet menjual pernak-pernik Imlek di emperan pertokoan di belakang Pasar Glodok. Selain amplop angpao dan lampion, ia menjual wadah buah, gantungan Imlek, hingga pajangan bernuansa Imlek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)