Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Literasi Digital Rendah Jadi Penyebab Korban Pinjol Berjatuhan

Nasional Literasi Digital Pinjaman tunai online Pinjaman Online pinjaman uang online Pinjol ilegal Pinjaman Online Ilegal
Aria Triyudha • 28 Oktober 2021 22:05
Jakarta: Literasi digital yang masih rendah dinilai menjadi salah satu pemicu banyak warga terjebak pinjaman online (pinjol) ilegal. Sebab, warga lebih mudah termakan bujuk rayu tawaran pinjol tanpa melihat latar belakang pemberi pinjaman.
 
"Yang penting dapat pinjaman karena kalau literasi digital memadai tidak akan mudah terhasut dan akan mengecek izin dari pihak pinjol ada atau tidak dan aspek lainnya," kata Dosen Komunikasi Digital Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Rulli Nasrullah usai peluncuran platform Lentera Litera di hotel bilangan Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis, 28 Oktober 2021.
 
Rulli memahami tawaran pinjol ilegal yang marak saat ini efek pandemi covid-19. Pandemi tidak sedikit membuat warga berhenti bekerja. Namun, di saat bersamaan sulit mengakses pekerjaan baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pinjol juga muncul lantaran menawarkan prosedur yang tidak rumit bagi orang yang ingin meminjam uang. "Cukup dengan foto copy KTP dengan (foto) orang yang sedang memegang itu (KTP) maka bisa cair," ujar Rulli.
 
Baca: Lentera Litera Diluncurkan untuk Lawan Hoaks
 
Sejatinya, kata Rulli, tawaran semacam itu merupakan permainan copy writing atau metode pemasaran dari pihak pinjol. Sehingga, ketika seseorang sedang main internet dan tengah butuh uang, seseorang itu tidak bisa memverifikasi apakah pinjol itu punya izin atau tidak.
 
"Dia lansung pinjam dan lupa ada dampak setelah itu," kata Rulli.
 
Dia menilai upaya meningkatkan literasi digital di tengah masyarakat Indonesia suatu hal krusial. Materi literasi digital sudah saatnya dimasukkan ke kurikulum pendidikan formal di Tanah Air.
 
Wujudnya bisa dalam bentuk mata pelajaran, mata kuliah, hingga sub pokok bahasan baru tentang literasi digital. "Tidak hanya literasi digital secara teoritik, tetapi bagaimana tanggung jawab perangkat itu secara teknik," tegas Rulli.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif