Ilustrasi rokok. Medcom.id/Rakhmat Riyandi
Ilustrasi rokok. Medcom.id/Rakhmat Riyandi

Anak Merokok karena Terpengaruh Teman Sebaya

Nasional industri rokok rokok cukai tembakau
Yurike Budiman • 05 September 2020 14:23
Jakarta: Peneliti Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia, Renny Nurhasana, mengatakan perilaku teman sebaya menjadi faktor yang menyebabkan anak menjadi perokok. Faktor penyebab ini berada di peringkat kedua setelah harga rokok yang murah.
 
"Teman sebaya secara statistik bisa berpengaruh terhadap seorang anak untuk merokok," kata Renny dalam diskusi di Trijaya FM, Sabtu, 5 September 2020.
 
Hal tersebut merupakan suatu peringatan agar orang tua lebih mengawasi anak-anak mereka. Anak akan lebih mudah terpengaruh besar teman sebayanya ketimbang orang tuanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Misalnya orang tua sudah larang, 'kamu tidak boleh merokok', tapi justru teman sebayanya ini yang mengajak, 'ayo dong, merokok lah'. Inilah yang menyebabkan anak menjadi perokok," jelas Renny.
 
Baca: Perokok Anak Meningkat karena Harga Murah
 
Penelitian dari efek harga bahwa harga (faktor utama) berpengaruh negatif dan signifikan pada data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Data Indonesia Family Life Survey (IFLS) menunjukkan harga rokok yang murah membawa efek negatif, walau sangat kecil, kepada anak.
 
"Data-data tersebut menunjukkan, semakin mahal harga rokok semakin kecil peluang anak merokok," ungkapnya.
 
Merokok merupakan salah satu faktor risiko penyebab penyakit tidak menular yang tinggi di masyarakat. Seperti penyakit jantung, diabetes, hingga stunting. Kualitas sumber daya manusia di Indonesa akan terdampak buruk jika perilaku merokok tidak dikendalikan.
 
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif