Kekurangan stok buku di perpustakaan sekolah menjadi kendala tersendiri dalam meningkatkan minat baca siswa (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)
Kekurangan stok buku di perpustakaan sekolah menjadi kendala tersendiri dalam meningkatkan minat baca siswa (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

Stok Terbatas, Siswa Terpaksa Dibatasi Meminjam Buku

Nasional bukuuntukindonesia
Gervin Nathaniel Purba • 25 Juli 2017 08:00
medcom.id, Pringsewu: Meningkatkan minat baca pada murid bukan perkara mudah. Sayangnya, ketika sekolah mempunyai semangat tinggi menanamkan minat baca pada siswanya, kekurangan stok buku di perpustakaan menjadi kendala tersendiri.
 
Kepala Sekolah SDN Gadingrejo 7, Lampung, Sutrisno mengatakan, pihaknya mengalami kekurangan dalam hal koleksi buku di perpustakaan. Akibat keterbatasan buku itu para siswanya kerap membaca buku yang sama terus menerus. Wawasan hanya berjalan di tempat.
 
Akibat keterbatasan jumlah buku, Sutrisno menerapkan kebijakan supaya setiap murid meminjam satu buku selama dua hari. Jika melebihi dua hari, akan didenda Rp500. Denda yang sama berlaku bagi para murid yang tidak mau meminjam buku.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah dua hari dengan judul buku yang dipinjam itu dikembalikan, nanti bergilir," kata ujar Sutrisno kepada Metrotvnews.com, saat ditemui di SDN Gadingrejo 7, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Jumat, 21 Juli 2017. Meskipun buku terbatas, para murid tetap antusias ingin membaca buku. "Dari siswa-siswi ada upaya selalu dan selalu meminjam di perpustakaan," ucapnya.
 
Di satu sisi, tidak semua kelas bisa meminjam buku ke perpustakaan karena stok buku sedikit. Oleh karena itu diterapkan sistem kelas bergilir. "Katakanlah di kelas 6 ada 34 murid. Diambil putaran rotasi. Jadi buku yang dikembalikan telat lebih dari dua sampai tiga hari, akan kena sanksi. Ini juga supaya menerapkan disiplin," tuturnya.
 
Stok Terbatas, Siswa Terpaksa Dibatasi Meminjam Buku
(Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)
 
Beruntung, SDN Gadingrejo 7 mendapatkan bantuan dana dari pemerintah. Dari dana tersebut, disisihkan lima persen untuk penambahan buku oleh pihak yang telah diedarkan dan disahkan oleh pemerintah.
 
Sutrisno menjelaskan, sejak menjabat sebagai Kepala Sekolah pada 2012, perpustakaan telah mengalami penambahan antara 10 atau 15 judul buku. "Tambahan kurang lebih kalau eksemplar itu baru sekitar 300 buku. Namun berdasarkan judul dari 300, hanya mengalami penambahan 10 atau 15 judul buku," katanya.
 
Pada tahun ini, SDN 7 Gadingrejo mendapatkan bantuan dari BCA berupa donasi buku. Adanya donasi ini merupakan angin segar untuk memperkaya koleksi buku di perpustakaan, sehingga para murid dapat lebih leluasa meminjam buku untuk memperkaya wawasan.
 
"Kiranya dapat menambah wawasan dan memperoleh motivasi para siswa untuk menggapai cita-cita mereka," ujarnya.
 
Donasi yang diberikan BCA merupakan sebuah gerakan bertajuk #BukuUntukIndonesia. Gerakan ini mengajak masyarakat mendonasikan uang untuk kemudian dikonversi menjadi buku yang akan diserahkan kepada anak-anak di berbagai pelosok negeri.
 
Anda juga bisa ikut serta dalam gerakan #BukuUntukIndonesia. Caranya, kunjungi tautan www.BukuUntukIndonesia.com. Klik tombol "berbagi." Kemudian, Anda akan diarahkan ke laman Blibli.com untuk memilih paket berbagi yang diinginkan. Dengan berbagi minimal Rp100 ribu Anda sudah berpartisipasi untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif