Jakarta: PT TransJakarta membawa kabar baik bagi warga Ibu Kota menjelang Idulfitri 1447 H. TransJakarta memastikan tarif layanan bus selama periode libur Lebaran 2026 akan diberlakukan sebesar Rp1.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jakarta guna memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat saat perayaan hari besar keagamaan. Meski disebut gratis, secara teknis sistem pembayaran tetap memerlukan nominal transaksi.
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza menjelaskan, tarif Rp1 merupakan konversi dari tarif Rp0 dalam sistem. Skema ini diterapkan agar integrasi pembayaran antarmoda tetap berjalan dan tercatat melalui mekanisme tap-in dan tap-out.
“Secara sistem di TJ, MRT, dan yang lain itu Rp0 tetap harus ada nilai, makanya jadinya Rp1. Jadi, secara teknologinya karena memang harus ada proses Rupiah yang ditransfer dari kartu itu, makanya konversi dari Rp0 itu menjadi Rp1,” jelas Welfizon di Jakarta mengutip Media Indonesia.
Terkait waktu pemberlakuan tarif khusus tersebut, manajemen masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Keputusan itu akan menentukan apakah tarif Rp1 berlaku hanya pada 1 Syawal atau juga mencakup hari pertama dan kedua Lebaran.
Penyesuaian Jam Operasional
Pada hari pertama Idulfitri, TransJakarta juga akan menyesuaikan jam operasional. Layanan bus direncanakan mulai beroperasi lebih siang dari jadwal normal guna memberi kesempatan karyawan menunaikan salat Idulfitri.
“Pada saat hari H Lebaran itu kita menyesuaikan jam operasi. Untuk memberikan kesempatan kepada semua karyawan, terutama teman-teman pramudi, juga untuk bisa menjalankan salat Idulfitri. Jadi kita mulai operasi kita perkirakan mungkin jam 09.00 atau jam 10.00 WIB,” beber Welfizon.
Jakarta: PT
TransJakarta membawa kabar baik bagi warga Ibu Kota menjelang
Idulfitri 1447 H. TransJakarta memastikan tarif layanan bus selama periode libur Lebaran 2026 akan diberlakukan sebesar Rp1.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jakarta guna memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat saat perayaan hari besar keagamaan. Meski disebut gratis, secara teknis sistem pembayaran tetap memerlukan nominal transaksi.
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza menjelaskan, tarif Rp1 merupakan konversi dari tarif Rp0 dalam sistem. Skema ini diterapkan agar integrasi pembayaran antarmoda tetap berjalan dan tercatat melalui mekanisme tap-in dan tap-out.
“Secara sistem di TJ, MRT, dan yang lain itu Rp0 tetap harus ada nilai, makanya jadinya Rp1. Jadi, secara teknologinya karena memang harus ada proses Rupiah yang ditransfer dari kartu itu, makanya konversi dari Rp0 itu menjadi Rp1,” jelas Welfizon di Jakarta mengutip Media Indonesia.
Terkait waktu pemberlakuan tarif khusus tersebut, manajemen masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Keputusan itu akan menentukan apakah tarif Rp1 berlaku hanya pada 1 Syawal atau juga mencakup hari pertama dan kedua Lebaran.
Penyesuaian Jam Operasional
Pada hari pertama Idulfitri, TransJakarta juga akan menyesuaikan jam operasional. Layanan bus direncanakan mulai beroperasi lebih siang dari jadwal normal guna memberi kesempatan karyawan menunaikan salat Idulfitri.
“Pada saat hari H Lebaran itu kita menyesuaikan jam operasi. Untuk memberikan kesempatan kepada semua karyawan, terutama teman-teman pramudi, juga untuk bisa menjalankan salat Idulfitri. Jadi kita mulai operasi kita perkirakan mungkin jam 09.00 atau jam 10.00 WIB,” beber Welfizon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)