Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan KLHK Dwi Sudharto. (Foto: Medcom.id/Kautsar Prabowo)
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan KLHK Dwi Sudharto. (Foto: Medcom.id/Kautsar Prabowo)

Kementerian LHK Cegah Karhutla dengan Asap Cair

Nasional kebakaran lahan dan hutan
Kautsar Widya Prabowo • 13 Agustus 2019 16:05
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengintensifkan penggunaan asap cair guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap cair merupakan hasil pengembunan dari uap yang berasal dari proses pembuatan arang.
 
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan KLHK Dwi Sudharto menyebut trik tersebut mulai diterapkan di sejumlah lokasi. Salah satunya di Ketapang, Kalimantan Barat melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).
 
"Hasilnya, masyarakat justru takut kebakaran, (asap cair) digunakan untuk menyuburkan tanah dan tidak kena hama lagi," ujar Dwi, di Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang, Banten, Selasa, 13 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dwi menjelaskan arang untuk membuat asap cair didapatkan dari bahan-bahan seperti kayu, janjang kosong kelapa sawit, limbah penggergajian kayu, tempurung kelapa, tempurung biji bintaro, dan lain-lainya.
 
Baca juga:Dalam Sehari Enam Laporan Kebakaran Terjadi di Belitung
 
Kendati efektif, Dwi mengakui trik ini belum dilakukan di semua wilayah rawan karhutla. Sebabnya, masyarakat kerap mengambil jalan pintas dengan membakar hutan guna pembukaan lahan baru.
 
Ia berharap sosialisasi tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. Masyarakat yang memiliki pengetahuan penggunaan asap cair dapat menyebarkan ilmunya lebih luas.
 
"Melaksanakan kerja sama dengan semua pihak untuk bisa bahu membahu. Karena kita melatih orang, orang itu melatih lagi, itu kita harapkan karena tidak semua wilayah bisa kita tangani," tuturnya.
 
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Irjen Yazid Fanani meminta dukungan dan peran serta masyarakat dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang semakin meluas di Kalimantan Selatan. Yazid mengaku kerap turun langsung membantu pemadaman karhutla di wilayahnya.
 
"Kondisi geografis Kalsel sangat luas, sehingga Karhutla menjadi tanggung jawab semua pihak. Masyarakat bisa berperan aktif dalam kegiatan sosialisasi agar tidak ada lagi aktivitas membakar lahan," kata Yazid, Senin, 12 Agustus 2019.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif