Belitung: Jumlah kasus kebakaran di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkat. Dalam sehari lima sampai enam laporan kebakaran di terima oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Belitung.
"Jumlah kebakaran 2019 hingga 7 agustus 2019 juga meningkat, dalam satu hari menambah hingga mencapai lima hingga enam kali laporan kasus kebakaran lahan," kata Kepala Satpol PP Belitung, Azhar di Tanjung Pandan, Selasa, 13 Agustus 2019.
Sebanyak 47 laporan kasus yang di terima hingga 7 agustus 2019 terdiri dari 32 kasus kebakaran lahan, delapan kasus kebakaran bangunan, lima penyelamatan dan dua kebakaran lainnya.
Sedangkan kasus kebakaran dari 2016 sampai 2019 di Daerah mengalami peningkatan, pada 2016 sebanyak 23 kasus kebakaran, 2017 sebanyak 25, dan 2018 sebanyak 108 kasus kebakaran.
Potensi ancaman kebakaran di pemukiman perkotaan mencapai 90.393 kilometer persegi, luas pemukiman pedesaan 199.984 kilometer persegi, kawasan pabrik dan industri 14.147 kilometer persegi, luas kawasan hutan 847.61 kilometer persegi dan luas pemukiman pedesaan dan luas ancaman kebakaran di lahan pertanian 1.957.77 kilometer persegi.
Azhar mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama mencegah peristiwa kebakaran. "Jumlah kejadian memang mengalami peningkatan sehingga partisipasi masyarakat di butuhkan. Kami juga membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) penanganan lahan dan akan melakukan patroli tiga kali dalam seminggu," pungkas Azhar. (Syahrum Latupono)
Belitung: Jumlah kasus kebakaran di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkat. Dalam sehari lima sampai enam laporan kebakaran di terima oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Belitung.
"Jumlah kebakaran 2019 hingga 7 agustus 2019 juga meningkat, dalam satu hari menambah hingga mencapai lima hingga enam kali laporan kasus kebakaran lahan," kata Kepala Satpol PP Belitung, Azhar di Tanjung Pandan, Selasa, 13 Agustus 2019.
Sebanyak 47 laporan kasus yang di terima hingga 7 agustus 2019 terdiri dari 32 kasus kebakaran lahan, delapan kasus kebakaran bangunan, lima penyelamatan dan dua kebakaran lainnya.
Sedangkan kasus kebakaran dari 2016 sampai 2019 di Daerah mengalami peningkatan, pada 2016 sebanyak 23 kasus kebakaran, 2017 sebanyak 25, dan 2018 sebanyak 108 kasus kebakaran.
Potensi ancaman kebakaran di pemukiman perkotaan mencapai 90.393 kilometer persegi, luas pemukiman pedesaan 199.984 kilometer persegi, kawasan pabrik dan industri 14.147 kilometer persegi, luas kawasan hutan 847.61 kilometer persegi dan luas pemukiman pedesaan dan luas ancaman kebakaran di lahan pertanian 1.957.77 kilometer persegi.
Azhar mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama mencegah peristiwa kebakaran. "Jumlah kejadian memang mengalami peningkatan sehingga partisipasi masyarakat di butuhkan. Kami juga membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) penanganan lahan dan akan melakukan patroli tiga kali dalam seminggu," pungkas Azhar. (Syahrum Latupono)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)