Kepala BNPB sekaligus Wakil Ketua I Panitia Nasional GPDRR, Letnan Jenderal Suharyanto. Dok. Istimewa
Kepala BNPB sekaligus Wakil Ketua I Panitia Nasional GPDRR, Letnan Jenderal Suharyanto. Dok. Istimewa

Penyelenggaraan GPDRR 2022 Resmi Dimulai

Achmad Zulfikar Fazli • 22 Mei 2022 19:14
Bali: Penyelenggaraan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 resmi dimulai di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali. Acara khusus bidang kebencanaan tersebut dibuka dengan pengibaran bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN).
 
“Upacara pengibaran bendera ini menggambarkan telah terjadinya kerja sama dan kolaborasi yang baik serta saling percaya antara Pemerintah Indonesia dan PBB. Selama beberapa hari ke depan selama konferensi berlangsung, pengelolaan pengamanan di wilayah BNDCC dan BICC dilakukan secara bersama-sama dalam rangka menyukseskan konferensi GPDRR 2022," ujar Kepala BNPB, Letnan Jenderal Suharyanto, dalam upacara pengibaran bendera di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Minggu, 22 Mei 2022.
 
Menurut dia, pertemuan di tingkat regional dan global seperti ini sangat penting untuk menjadi ajang berbagi informasi. Selain itu, bisa memberikan pengalaman dari tingkat lokal dan nasional untuk diangkat menjadi kesepakatan dan referensi di tingkat global.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Untuk itu, mari kita bersama-sama memberikan upaya terbaik untuk suksesnya kegiatan ini. Mari bangkit bersama, bangkit menjadi lebih kuat menuju ketangguhan bangsa dan dunia dalam menghadapi bencana melalui resiliensi yang berkelanjutan,” ujar Wakil Ketua I Panitia Nasional GPDRR itu.
 
Sesi ketujuh Platform Global untuk Pengurangan Risiko Bencana (GP2022) akan berlangsung di Bali pada 23-28 Mei 2022. Acara ini diselenggarakan Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana atau UN Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) bersama Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah.
 
Sebagai tuan Rumah, upacara penaikan bendera Republik Indonesia bersama dengan bendera PBB. Ini merupakan upacara simbolis yang menandakan kawasan konferensi menjadi area blue zone dan hukum internasional berlaku selama konferensi berlangsung.
 
UN Special Representative of the Secretary General (SRSG) for Disaster Risk Reduction, Mami Mizutori, mengatakan kegiatan besar ini tak akan bisa diselenggarakan tanpa dukungan pemerintah dan masyarakat Indonesia.
 
“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan menjalankan kegiatan ini, dan menantikan kegiatan konferensi yang produktif dan kolaboratif,” ujar Mami.
 
Baca: Delegasi Prancis Dukung Laporan EdWG G20 Dibawa ke PBB
 
Majelis Umum PBB mengakui Global Platform sebagai mekanisme penting untuk meninjau kemajuan implementasi Sendai Framework (Kerangka Sendai) untuk Pengurangan Risiko Bencana. Pada Global Platform, pemerintah, sistem PBB, dan semua pemangku kepentingan berkumpul mengidentifikasi cara lebih mempercepat implementasi Kerangka Sendai.
 
Sejak 2007, enam sesi Platform Global telah berlangsung. Hasil-hasilnya diakui Majelis Umum PBB sebagai kontribusi pada pertimbangan Forum Politik Tingkat Tinggi tentang Pembangunan Berkelanjutan (HLPF), yang diadakan setiap tahun pada Juli dan berkontribusi pada implementasi dan pemantauan berdasarkan risiko dari agenda pembangunan berkelanjutan pada 2030.
 
GPDRR merupakan forum multi-pemangku kepentingan yang dilaksanakan setiap dua tahun oleh UNDRR, untuk meninjau kemajuan, berbagi pengetahuan, dan mendiskusikan perkembangan dan tren terbaru dalam upaya pengurangan risiko bencana. GPDRR adalah komponen penting dari proses pemantauan dan implementasi Kerangka Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana/PRB (2015-2030).
 
GPDRR juga bertujuan meningkatkan upaya pengurangan risiko bencana melalui komunikasi dan koordinasi antara para pemangku kepentingan seperti, pemerintah, PBB, organisasi dan institusi internasional, lembaga swadaya masyarakat (LSM), ilmuwan/akademisi, serta pelaku sektor privat untuk berbagi pengalaman dalam merumuskan panduan strategis untuk pelaksanaan kerangka global PRB (SFDRR 2015-2030).
 
“Hanya melalui kerja sama kita akan menghentikan pola destruksi akibat bencana dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan, lebih tangguh, lebih adil, untuk semua," ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif