RS Polri Targetkan 82 Penyelam Diterapi Hiperbarik
Ilustrasi--Tim SAR Gabungan melakukan pencarian pada CVR Lion Air PK-LQP - ANT/Muhammad Adimaja.
Jakarta: Rumah Sakit (RS) Polri menargetkan kurang lebih 82 penyelam evakuasi penumpang Lion Air PK-LQP dapat dilakukan terapi hiperbarik. Hal tersebut mencegah terjadinya penyakit dekompresi pasca-penyelaman.

Kepala Bidang Pelayanan RS Polri Kombes Sumirat menjelaskan terapi dilakukan terhadap anggota polisi udara dan laut (polairud), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dan relawan.

"Hingga kemarin sudah ada 58 orang. Polairud 32 orang, Basarnas 20 orang, dan relawan enam orang ," ujar Sumirat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis, 15 November 2018.


Baca: Sepuluh Penyelam Basarnas Diterapi Hiperbarik

Sementara itu, untuk hari ini sudah ada lima penyelam dari Basarnas yang diterapi hiperbarik dari pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Kemudian pukul 13.00 WIB akan ada lagi lima penyelam Basarnas yang diterapi.

Selanjutnya, dari pihak Polairud akan mengirim enam penyelam dan Basarnas mengirim delapan penyelam. Namun, belum diketahui secara terperinci waktu dilakukan terapi.

Sementara itu, Wakil Kepala Tim DVI Polri Kombes drg Triawan Marsudi menyebut pihaknya juga memantau kesehatan penyelam. Tim dokter harus mencegah kontaminasi penyakit karena mereka menyelam di tempat ditemukannya penumpang.

"Prinsipnya penyakit yang timbul akan kami terapi selain hiperbarik," tutur Triawan

Terapi hiperbarik dilakukan untuk mencegah penyakit dekompresi. Penyakit ini muncul ketika penyelam yang masih kelebihan nitrogen, naik ke permukaan terlalu cepat. Perubahan tekanan yang terlalu cepat menimbulkan dekompresi bahkan menyebabkan kematian mendadak.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id