Aksi vandalisme pada separator busway terjadi saat massa buruh memperingati hari buruh internasional berada di kawasan Patung Kuda, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.
Aksi vandalisme pada separator busway terjadi saat massa buruh memperingati hari buruh internasional berada di kawasan Patung Kuda, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.

Hari Buruh Aksi Perdana Anarko Sindikalism

Nasional hari buruh vandalisme
Cindy • 03 Mei 2019 16:16
Jakarta: Aksi perusakan dan vandalisme oleh kelompok Anarko Sindikalism saat hari Buruh (May Day) baru muncul tahun ini. Pada May Day 2018, belum ada aksi perusakan dari kelompok itu.
 
"Pada Hari Buruh 2018 kemarin belum ada upaya-upaya yang sifatnya memprovokasi, memancing keonaran, vandalisme secara masif dan perusakan fasilitas umum," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Mei 2019.
 
Dedi mengungkap Anarko Sindikalism baru melakukan aksinya lantaran telah memiliki jumlah anggota yang besar. Mereka memanfaatkan momentum hari Buruh agar mampu memprovokasi massa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka memanfaatkan May Day ini yang akan terprovokasi, mengikuti konsep pemikiran mereka kembali kepada kebebasan, mengatur semuanya, antikapitalisme," terang Dedi.
 
Kelompok tersebut juga tersebar di sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang, Bandung, dan Makassar. Anggota kelompok ini terdiri dari pelajar SMP hingga mahasiswa. Di Bandung, polisi sudah menangkap 619 anggota Anarko Sindikalism.
 
"Jumlah mereka saat ini boleh dikatakan ya cukup banyak di beberapa wilayah tersebut. Saya sampaikan juga, mereka terdiri dari usia-usia tanggung, masih mencari jati diri, dan sangat mudah dipengaruhi," ungkap Dedi.
 
Aksi vandalisme terjadi saat peringatan hari Buruh, Rabu, 1 Mei 2019. Aksi ini salah satunya terjadi di kawasan Patung Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat. Tulisan kapital digoreskan di beton pembatas jalan: Rakyat Anti Kapitalisme May Day Rezim Fasis.
 
Sejumlah buruh juga bentrok dengan polisi di depan Halte Busway Tosari, Jakarta Pusat. Tak cuma di DKI Jakarta, aksi serupa juga terjadi di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, dengan mencoret-coret dinding.
 
Baca: Empat Anggota Anarko Sindikalism Jadi Tersangka
 
Kepala Staf Presiden Jenderal Purn TNI Moeldoko meminta Polri mencari tahu otak di balik kelompok Anarko Sindikalism. Moeldoko pun telah bertemu langsung dengan Kabareskrim Polri Komjen Idham Aziz.
 
"Kita minta (polisi) mendalami dan ingin tahu siapa otak di baliknya," kata Moeldoko, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Moeldoko menyebut kelompok Anarko Sindikalism telah eksis sejak tiga tahun lalu. Kelompok ini memang dikenal sering melakukan vandalisme.
 
Mantan Panglima TNI ini menilai insiden yang terjadi di Jakarta dan Bandung cukup terstruktur. Ia khawatir kelompok ini ditunggangi pihak tak bertanggung jawab.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif