Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta penerapan vaksin covid-19 terhadap kelompok lanjut usia (lansia) dilengkapi manajemen risiko yang baik. Hal ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan saat lansia divaksin.
"Penyediaan akses pelayanan medis dan obata-obatan kejadian ikutan pasca imunisasi harus menjadi perhatian bagi penyelenggaran vaksinasi untuk lansia," ujar Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers, Minggu, 7 Februari 2021.
Pennny menekankan kesiapsiagaan petugas di lapangan merupakan hal utama vaksinasi covid-19 untuk lansia. BPOM juga telah memberikan panduan terkait vaksin untuk acuan petugas.
Baca: Vaksin Covid-19 untuk Lansia Telah Tiga Kali Uji Klinik
Ia menyebut data statistik Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menunjukan angka kematian lansia akibat covid-19 menduduki porsi relatif tinggi sekitar 47,3 persen. Sehingga, menjadi keharusan bagi pemerintah menetapkan lansia sebagai prioritas penerima vaksin.
"Dengan telah diterbitkan vaksinasi untuk populasi lansia, diharapkan angka kejadian infeksi dan angka kematian lansia akibat infeksi covid-19 dapat menurun," jelasnya.
Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta penerapan
vaksin covid-19 terhadap kelompok lanjut usia (lansia) dilengkapi manajemen risiko yang baik. Hal ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan saat lansia divaksin.
"Penyediaan akses pelayanan medis dan obata-obatan kejadian ikutan pasca imunisasi harus menjadi perhatian bagi penyelenggaran vaksinasi untuk lansia," ujar Kepala
BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers, Minggu, 7 Februari 2021.
Pennny menekankan kesiapsiagaan petugas di lapangan merupakan hal utama vaksinasi
covid-19 untuk lansia. BPOM juga telah memberikan panduan terkait vaksin untuk acuan petugas.
Baca: Vaksin Covid-19 untuk Lansia Telah Tiga Kali Uji Klinik
Ia menyebut data statistik Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menunjukan angka kematian lansia akibat covid-19 menduduki porsi relatif tinggi sekitar 47,3 persen. Sehingga, menjadi keharusan bagi pemerintah menetapkan lansia sebagai prioritas penerima vaksin.
"Dengan telah diterbitkan vaksinasi untuk populasi lansia, diharapkan angka kejadian infeksi dan angka kematian lansia akibat infeksi covid-19 dapat menurun," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ADN)