<i>Kikis Intoleransi, Indonesia Harus Tetap Satu</i>
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar/MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menegaskan mengikis intoleransi dan menjalin silaturahmi menjadi kunci persatuan bangsa. Iduladha bisa dijadikan momen mengembalikan kesatuan Indonesia yang sebentar lagi menghadapi Pemilu Serentak 2019.

"Ya ini timing-nya sangat tepat waktu karena kita tahun ini adalah tahun pilkada dan pemilu. Jadi sudah seharusnya kita kembali kepada jati diri kita, bahwa bangsa Indonesia itu satu," tegas Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Agustus 2018.

Nasruddin mengajak umat islam menghilangkan 'warna' lokal ketika memasuki masjid. Semua manusia sama derajatnya di hadapan Allah SWT.


Baca: Memaknai Iduladha dengan Sikap Toleran

Dia berharap khutbah yang disampaikan Yusnar Yusuf dapat memberikan insiparasi bagi umat islam agar senantiasa memupuk persaudaraan sebagai sesama anak bangsa. Nasruddin mengharapkan Masjid Istiqlal dan semua masjid di Indonesia bisa menjadi ruang pemersatu, khususnya dalam menghadapi Pemilu 2019.

"Semoga Pak Khatib tadi itu bisa memberikan inspirasi kepada siapa pun yang akan berpacu dalam politik, entah itu politik legislatif maupun pilpres," ucap dia.

Nasruddin juga berharap masjid berperan menciptakan suasana damai selama perhelatan Pemilu 2019. Semua pihak sebaiknya tak membawa konflik politik ke dalam masjid.  

"Begitu kita masuk ke masjid kita utuh kembali, tidak ada perbedaan, dan tidak konflik, itu lah masjid, kita semua satu di hadapan Allah yang maha esa," ucap dia.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id