Pemerintah Diminta Kebut Pembangunan Ekonomi Sulteng
Kehancuran akibat gempa dan tsunami di kota Palu, Sulawesi Tengah, 30 September 2018. Foto: AFP.
Jakarta: Aksi Cepat Tanggap (ACT) berharap pemerintah segera memulihkan kondisi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) pascabencana. Salah satunya membangun kembali aktivitas ekonomi di sejumlah wilayah terdampak bencana.
 
Vice President of Communication Network ACT Iqbal Setyarso mengatakan, pemulihan ekonomi diharapkan bisa membantu memulihkan kembali kehidupan masyarakat. Pasalnya, setelah bencana yang melanda pada 28 September lalu,  aktivitas masyarakat belum sepenuhnya normal.
 
"Harus buat fase menyelamatkan kehidupan, bangun kembali kehidupan di sana dengan pemulihan ekonomi. Beri pekerjaan dan kesibukan buat warga yang terpapar bencana," kata Iqbal dalam diskusi di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Baca: Palu Baru Disiapkan

ACT telah mendirikan 14 posko di sejumlah titik yang terdampak bencana, dengan satu posko induk. Lembaga ini menerjunkan 200 relawan yang membantu masyarakat korban bencana untuk memulihkan kondisi mereka.
 
ACT berkomunikasi dengan relawan lainnya untuk menyalurkan bantuan yang telah disalurkan. Hanya saja, ada korban bencana yang merasa tidak mendapatkan akses bantuan.
 
"Banyak daerah yang bilang belum terima bantuan, kebanyakan yang terdampak tidak bergerak karena bantuan tidak datang ke rumahnya. Mungkin karena alasan keamanan dan lain sebagainya, mereka enggak terima karena mereka enggak datangi posko yang ada," ujarnya.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id