Hari Disabilitas Internasional 2018

Jokowi Terpukau Prestasi Penyandang Disabilitas

Anggi Tondi Martaon 03 Desember 2018 18:20 WIB
Berita Kemensos
Jokowi Terpukau Prestasi Penyandang Disabilitas
Presiden Joko Widodo dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018 (Foto:Dok)
Bekasi: Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyelenggarakan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018, di Summarecon Mal Bekasi, Jawa Barat, selama dua hari, 2 dan 3 Desember. Pada penyelenggaraan hari kedua, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) turut hadir.

Selain dihadiri Jokowi, turut hadir Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dakiri, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dan para undangan.

Acara yang mengangkat tema Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas itu menuai perhatian Jokowi. Dalam kata sambutanmya pada puncak peringatan HDI 2018, Jokowi mengapresiasi prestasi para penyandang disabilitas. 


"Sangat berbeda dengan acara-acara sebelumnya. Semuanya hadir penuh kegembiraan, keceriaan, menampilkan prestasi-prestasi, menampilkan karya-karya yang ada," kata Jokowi, Senin, 3 Desember 2018.

Peran kaum disabilitas pada HDI 2018 sangat terlihat. Mereka diberikan kesempatan menampilkan berbagai karya kepada pengunjung. Karya-karya kaum disabilitas ditempatkan di 70 stan.

Jokowi mengaku terpukau dengan rangkaian acara HDI 2018. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan suatu wadah bagi kaum disabilitas menampilkan prestasi dan mengukir prestasi.


Presiden Joko Widodo (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebutkan, apa yang disaksikannya sangat luar biasa. Kaum disabilitas mampu mengukir prestasi di berbagai bidang.

Dia mencontohkan, Asian Para Games 2018. Indonesia berhasil mendulang 37 medali emas. Tak hanya olahraga, kaum disabilitas juga mampu unjuk prestasi di berbagai bidang lainnya. Seperti Risnawati Utami, orang pertama Indonesia yang diangkat sebagai Anggota Komite Hak Penyandang Disabilitas PBB.

Ada pula Habibi Afsyah. Penderita Muscular Dytrophy yang menyerang saraf motorik pada tubuh itu sukses pada sektor internet marketing. Bahkan, Habibi disebut mampu meraih omzet puluhan juta rupiah setiap bulan.

"Pestasi seperti ini tidak pernah kita bicarakan dan tidak pernah kita angkat. Ini harus kita angkat agar yang lain memiliki semangat yang sama," ujar Jokowi.



Mantan Wali Kota Solo itu menekankan, keberhasilan sebagian kaum disabilitas di atas merupakan buah dari semangat juang, kerja keras, dan kreativitas. Dia ingin agar kaum disabilitas yang lain memiliki semangat serupa. "Saya berpesan agar selalu percaya diri, bekerja keras, berkreasi untuk meraih prestasi," ucapnya.

Selain itu, Jokowi sempat mendapatkan usulan untuk membangun satu kawasan industri khusus diperuntukkan kaum disabilitas. Namun, usulan tersebut belum bisa direalisasikan karena terkendala lahan.

"Tapi saya tunggu-tunggu sampai sekarang ga ada lahanya. Saya perintahkan Mensos untuk menyelesaikannya," kata Jokowi.


Upaya Pemerintah Penuhi Kebutuhan dan Hak Kaum Disabilitas

Perayaan HDI 2018 merupakan salah satu bentuk ratifikasi The Convention on the Right of Persons with Disabilities. Ajang tersebut merupakan bentuk komitmen dunia dalam menghargai kaum disabilitas.

"Seluruh dunia merayakan setiap tahun, Indonesia menjadi salah satu bagian," kata Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Edi Suharto. 


Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Edi Suharto (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)


Pada tahun ini, Kemensos mengangkat tema Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas. Tema tersebut sebagai bentuk komitmen bahwa negara akan selalu hadir, melindungi, dan memenuhi hak penyandang disabilitas, di antaraya melalui UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Edi menjelaskan, inklusi sudah diterapkan di berbagai bidang. Seperti pemenuhan kebutuhan pada sektor fasilitas publik. "Jalan akan mulai kita perbaiki kembali," ucapnya.

Sektor pendidikan juga demikian. Tidak akan ada lagi sekat yang membatasi kaum difabel untuk belajar di sekolah.

Pada sektor ketenagakerjaan juga memberikan ruang kepada kaum disabilitas. Dalam UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas disebutkan, kementerian/lembaga dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diwajibkan mempekerjakan kaum disabilitas.

"Satu persen adalah sektor swasta harus mempekerjakan penyandang disabilitas," katanya.

Saat ditanya perihal permintaan Presiden Jokowi agar segera membangun industri khusus untuk kaum disabilitas, Edi menyanggupinya. Kemensos berkomitmen akan segera memenuhi tuntutan tersebut. "Akan kita upayakan. Kita tinggal cari lahan saja," ucapnya.

Kemensos akan menggandeng pihak swasta untuk mewujudkan rencana tersebut. Dia meyakini, sinergi antara pemerintah swasta akan memberikan ruang lebih bagi kaum disabilitas dalam berkarya, berprestasi, dan bekerja.

"InsyaAllah dalam waktu dekat akan kita realisasikan perintah Pak Presiden," ujar dia.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id